Warung Bebas

Senin, 12 November 2012

Hobi Yang Bisa Mendatangkan Puluhan Juta Rupiah

Kucing tidak lagi sekedar menjadi hobi mati yang tidak menghasilkan. Dengan "investasi" awal sebesar Rp 6 juta, dalam setahun modal itu bisa beranak pinak menjadi puluhan juta rupiah. Bagaimana tidak, kucing persia pignose kelas non-pedigare sekali melahirkan bisa menghasilkan 4-7 anak. Perhitungannya, harga induk kucing persia Rp 5 juta, sedangkan biaya mengawinkannya Rp 1 juta.


"Dari sekedar komunitas penggemar kucing, sekarang telah berkembang ke breeder atau produksi. Asal kita sabar dan memahami bagaimana cara mengembangkannya, hasil tersebut sangat mungkin kita peroleh. Bisa jadi peranakan Ettawa yang sekarang menjadi tren di Purworejo akan tergeser oleh kucing," kata Radu Anggoro (38), ketua Purworejo Catlover Fanciers (PCF), akhir pekan lalu.

PCF, lanjut Anggoro, telah melakukan beberapa langkah untuk memulai breeder di Purworejo. Menurutnya, pertumbuhan anggota PCF yang makin meningkat seiring perkembangan waktu, diharapkan tidak lagi sekedar penggemar kucing, namun pembudidaya kucing. Untuk merangsang semangat anggotanya, satu per satu penggiat PCF diikutsertakan dalam pelatihan ICA Breeding. "Baru - baru ini kita mengirimkan dua anggota kita ke ICA Breeding yang diadakan di Yogyakarta. Diharapkan ilmu yang mereka peroleh bisa ditularkan kepada anggota lain," kata Anggoro.

Di sisi lain, ia tidak menampik masih adanya anggapan masyarakat bahwa kucing sebagai penyebab penyakit toksoplasma. Padahal anggapan ini tidak 100 persen benar. Kucing hanyalah satu penyebab, bukan satu - satunya penyebab utama. "Anggapan tersebut memacu kami mengenalkan bahwa kucing adalah hewan keluarga yang bisa dekat dengan siapapun," katanya. Setelah mendapatkan pengetahuan mengenai langkah - langkah antisipasi, banyak warga yang sebelumnya kasar terhadap kucing akhirnya berubah 180 derajat. "Jadi selama ini masyarakat masih terstigma dengan anggapan kucing biang penyakit," imbuhnya.

Saat ini anggota PCF tercatat 100 orang. Namun separuhnya masih sebatas nama, karena belum aktif mengikuti kegiatan yang diadakan komunitas. "Berorganisasi atas kesadaran pribadi saja. Kami tidak bisa memaksa anggota untuk selalu aktif mengikuti kegiatan yang diadakan PCF," lanjut Anggoro. Meski belum genap dua tahun berdiri, PCF telah mendapat pengakuan dari berbagai komunitas pecinta kucing di Pulau Jawa. Kiprah mereka dalam setiap event kucing mengundang rekan sesama komunitas untuk melihat kiprah komunitas asal Purworejo ini.

Sabtu, 10 November 2012

Download Game Catur Untuk Komputer / PC

Bagi anda yang menyukai permainan catur namun tidak memiliki papan catur konvensional, maka bermain melalui komputer / PC adalah salah satu solusinya.


Disini kami akan membagikan sebuah game catur yang menurut kami sangat menarik karena game catur yang satu ini cukup sederhana namun memiliki berbagai fitur yang melimpah, diantaranya:


1. Anda dapat memilih tampilan 2D atau 3D ketika bermain.
2. Untuk mengamati secara detail, anda dapat memutar papan catur virtual pada game ini.
3. Anda bisa menentukan level tingkat kesulitan ketika bermain melawan CPU. Bahkan andapun dapat bermain dengan tokoh - tokoh catur dunia dengan memilih menu 'All Level' + 'Preset'.
4. Anda bebas memilih jenis papan catur dan figures yang ada. Terdapat banyak sekali pilihan yang tersedia.
5. Nah yang paling menarik, anda dapat mengganti musik yang mengiringi permainan catur dengan lagu favorit yang anda pilih sendiri atau anda download dari internet, misalnya dari sukalagu.com.


Masih banyak berbagai fitur lainnya yang tidak dapat kami sebutkan semuanya disini. Jika anda tertarik ingin memiliki game ini untuk menambah koleksi game di komputer atau PC anda yang ada di rumah, anda dapat langsung mengunduhnya secara gratis. Silahkan unduh game catur tersebut disini.

Jumat, 09 November 2012

Trik Mengangkat Botol dengan Sedotan

Menunggu memang tidak pernah menjadi momen yang menyenangkan. Namun, lain halnya jika kamu cukup cerdas untuk menggunakan momen tersebut dengan baik. Misalnya saja dengan mengisi momen menyebalkan itu untuk meningkatkan kemampuan kamu.

Dalam hal ini, kami kondisikan kamu sedang berada di tempat makan (kantin, food court, restauran, cafe, dll), kebosanan dan teman pun tak kunjung datang. Lihat punya lihat, eh kebetulan ada sebuah botol dan sedotan, horee! Inilah saatnya kamu tingkatkan kemampuanmu. Beginilah caranya!

1. Pertama-tama, yang kamu butuhkan sudahlah jelas, yaitu: Botol kosong dan sedotan



2. Bengkok-kan ujung sedotan, sisakan kira kira 2-4 cm sesuai dengan keperluan.


3.1. Masukan secara perlahan sedotan tersebut, dengan ujung yang kecilnya menempel dengan sisi dalam botol.


3.2. Turunkan sedotan tersebut dengan perlahan, sambil di tarik tarik ke atas sedikit-sedikit sampai dirasa sudah mantap tersangkut.


4. Cobalah untuk mengangkatnya lebih tinggi dan…….Yak! Kamu baru saja mengikat botol tersebut dengan tenaga gravitasi.


Sekarang kamu bisa memanfaatkan waktu luang atau sekedar memamerkan kemampuan baru kamu ini kepada teman-teman, walau mungkin sebagian besar dari mereka bahkan tidak akan peduli dengan apa yang kamu lakukan berdasarkan tutorial kali ini.

Sebuah Teladan dari Negeri Paman Sam

Terlepas dari kebijakan luar negerinya yang kontroversial, Amerika Serikat (AS) mengajarkan kepada kita betapa indahnya demokrasi. AS tidak hanya mengklaim sebagai motor utama demokrasi. Negara yang berumur 236 tahun itu juga membuktikannya dalam tataran kehidupan nyata. Pemandangan itu tersaji dalam perhelatan pemilihan presiden AS yang baru saja rampung.


Di tengah hiruk-pikuk pesta kemenangan kubu Barack Obama, mereka tetap mampu menahan diri untuk tidak mengejek pihak yang kalah. Sebaliknya, meski harus menahan kecewa sekuat tenaga, kubu Mitt Romney dengan besar hati menerima kekalahan dan bahkan langsung memberikan ucapan selamat kepada sang pemenang. Sungguh pelajaran elok yang wajib ditiru.

Dalam pertarungan politik, kalah atau menang adalah keniscayaan. Tidak bisa dihindari. Justru yang paling penting adalah bagaimana menyikapi kemenangan atau kekalahan tersebut. Dan, sekali lagi, warga AS memberikan teladan yang apik. Betapa dewasanya mereka menyikapi perbedaan. Kedewasaan yang sama dipertontonkan para pemimpin negeri Paman Sam tersebut saat berpolitik.

Begitu menyadari secara matematis tidak bisa menyalip electoral vote Obama, meski perhitungan suara masih berlangsung, Romney dengan besar hati menerima kekalahan. Kubu Partai Republik pun menyiapkan ajang bagi calon presidennya itu untuk menyampaikan pidato kekalahan. Dan, diatas panggung nan megah yang didominasi bendera AS di Boston, Romney muncul di depan ribuan pendukungnya.

Mantan gubernur Massachusetts itu sudah pasti kecewa karena gagal menjadi orang nomor satu di AS. Namun, Romney tidak larut dalam duka yang dalam. Dia malah mengajak pendukungnya untuk sama - sama berdoa dan membantu perjuangan Obama memimpin AS empat tahun ke depan.

Sesaat setelah Romney turun panggung, giliran Obama menyampaikan pidato di markas pemenangan Partai Demokrat di Chicago. Tidak ada klaim kemenangan yang beraroma kesombongan. Meski menang telak, Obama tidak lantas jemawa. Pria yang pernah empat tahun tinggal di Indonesia itu menyebut kemenangannya sebagai kemenangan seluruh rakyat AS. Tak lupa dia mengucapkan terima kasih kepada pendukung dan juga Romney. Sungguh pelajaran besar dari bangsa yang besar.

Dalam beberapa hal, kita dan AS kadang tidak sama. Politik luar negeri kita kadang juga berseberangan dengan mereka. Tapi, untuk urusan kedewasaan berpolitik, kita harus berkaca kepada negeri bekas jajahan Inggris tersebut. Kemauan untuk menerima kekalahan dan kesantunan dalam merayakan kemenangan sudah seharusnya dicontoh oleh rakyat dan pemimpin negeri ini. Silahkan bertarung habis - habisan mengejar kekuasaan. Silahkan mendukung habis - habisan pemimpin idola kita. Namun ingat, kepentingan bangsa ada diatas semua itu.

Kamis, 08 November 2012

Mereduksi Tekanan Darah Secara Perlahan

Metode renal denervation (RDN) therapy sudah dikenal sekitar empat tahun lalu. Meski demikian, di Singapura terapi itu makin populer setahun terakhir. "Jumlah pasien yang sudah melakukan penanaman kateter tiga orang tahun ini," ungkap dr Melvin Tan MBBS MRCP FAMS. Dokter Eric Hong Cho Tek MRCP ACSM FAMS FSCAI menambahkan pernah merawat pasien dengan terapi RDN tersebut.


Kebetulan, menurut Eric, pasien RDN yang dirawatnya berasal dari Jakarta. "Pasien tersebut masih berumur 31 tahun. Dia seorang laki - laki dan bekerja sebagai pengusaha di Jakarta," ungkapnya. Menurut Eric, pengusaha muda asal Jakarta tersebut memang mengalami hipertensi. Tekanan darahnya luar biasa tinggi. Yakni, tensinya pernah tercatat 260/120mmHg. Untuk menurunkan tekanan darah yang sangat tinggi itu, pasien tersebut minum lima macam obat setiap hari. "Setelah minum obat, tekanan darahnya menjadi 180/95 mmHg. Tentu saja, ini masih tinggi," jelasnya.

Selain itu, pasien yang belum lama menikah tersebut mengidap beberapa penyakit lain. Salah satunya, kondisi ginjalnya kurang bagus. "Dengan kondisi seperti itu dan masa depannya masih panjang, dia adalah kandidat untuk metode RDN, istrinya sedang hamil tujuh bulan," paparnya. Nah, bagaimana kondisi pasien setelah menjalani RDN? Eric mengakui, penurunan tekanan darah dengan metode itu akan berlangsung secara bertahap dalam jangka waktu yang lama. "Setiap bulan tekanan darah akan turun perlahan. Penurunan tekanan darah itu akan berlangsung dalam jangka panjang, misalnya tiga tahun atau lebih," jelas Eric.

Dia juga tidak menjamin tekanan darah pasien akan turun menjadi benar - benar normal. Namun, konsumsi obat pasien yang bersangkutan berangsur - angsur berkurang. Awalnya, pasien mengkonsumsi lima jenis obat setiap hari. Konsumsi obatnya menjadi lebih sedikit setahun setelah pemasangan RDN. "Memang tidak bisa menggaransi metode ini akan membuat penyakit menjadi zero. Tapi, ini adalah salah satu usaha dan membuka harapan bagi pasien usia produktif," tegasnya. Melvin menambahkan, sebagai tindakan medis, tentu terapi RDN berpotensi menimbulkan resiko medis pula. "Meski peluangnya relatif kecil," tuturnya. Diantaranya, kerusakan ginjal, cidera pada pembuluh darah, berkurangnya tekanan darah, yaitu terlalu lambat atau malah sangat cepat. Selain itu, ada potensi timbul rasa sakit, infeksi, kulit serasa terbakar, serta perubahan elektrolit dalam tubuh.

Rabu, 07 November 2012

Enakkah Jadi Jurnalis?

Enakkah jadi jurnalis? Tema yang sekaligus mengandung unsur pertanyaan itu disampaikan reporter SCTV Teguh Hadi Prayitno di depan para siswa SMK Palebon Kecamatan Pedurungan saat pelatihan wartawan televisi untuk pelajar.


Pelatihan digelar oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Jateng, Selasa (6/11). Peserta pelatihan terdiri dari 60 siswa SMK Palebon dari berbagai jurusan didominasi jurusan Multi Media. Narasumber selain Teguh Hadi Prayitno, Syamsul Arifin dari ANTV, Septy Wulandari, Suryo Jenggot dari Pro TV dan masing - masing siswa SMK tersebut mengikuti pelatihan dengan menghadap laptop.

Dikatakan Teguh, mendengar kata jurnalis, apa yang terbayang di pikiran dan apa yang menancap dalam benak yang mendengar, pasti akan mengatakan wartawan profesi yang prestisius, bergengsi, hebat, pintar, cerdas, sedikit menakutkan. Mungkin begitu atau mungkin sebaliknya, kumal mencari - cari kesalahan orang, tidak mau diatur.

Teguh memberikan iming - iming bahwa profesi wartawan bisa keliling di berbagai tempat dengan gratis, mendapat kemudahan gratis di berbagai tempat dan acara, bisa ketemu orang penting seperti Gubernur, artis, selebritis dan lain - lain serta mendapatkan kemudahan fasilitas.

Syamsul Arifin menambahkan, berita adalah fakta yang akurat atau suatu ide yang dapat menarik perhatian bagi sejumlah besar pembaca. Berita juga bisa laporan yang tepat waktu mengenai fakta atau opini yang memiliki daya tarik atau hal penting atau kedua - duanya bagi masyarakat luas.

Pelatihan jurnalis elektrik yang diselenggarakan IJTI itu disambut positif kepala SMK Palebon Sri Jumilah. Menurutnya, untuk ekstrakulikuler di SMK Kejuruan ini perlu ada tambahan pelajaran ekstra tentang jurnalisme. Sebab selain pendidikan formal, banyak lulusan SMK meniti kariernya dari pendidikan nonformal seperti yang diperoleh dari ekstrakurikuler (ekskul), mereka bisa meraih masa depan lebih baik.

"Tahun lalu, pelatihan jurnalisme televisi yang diselenggarakan oleh IJTI Korda Jateng ditujukan ke SMA Negeri 2 dan STIKOM, tahun ini di SMK Palebon dan yang satunya nanti di SMA mana atau Perguruan Tinggi yang mana akan menyusul," kata panitia pelatihan wartawan televisi IJTI Korda Jateng Beno Siang Pamungkas.

Tipe Kepribadian Orang Dilihat dari Sendal

Ketemu orang-orang baru itu kadang menyenangkan, dan kadang malah ngeselin. Orang-orang yang kamu sangka asik ternyata ngeselin dan membosankan. Ya bukan salah kamu sih, dari luar mereka tampaknya asik. Manusia memang dilahirkan berbeda ras, suku dan bangsa. Tidak ada dua manusia yang sama persis, bahkan yang kembar identik sekalipun.


Semua orang punya ciri khas dan kepribadian masing-masing yang unik dan spesial. Kepribadian-kepribadian ini sebenernya bisa dibaca kalo kamu tau ilmunya. Banyak caranya, misalnya dari bahasa tubuh mereka, intonasi berbicara, tulisan tangannya dan lain-lain.
Kali ini, kita bakal ngajarin kamu cara revolusioner untuk membaca kepribadian seseorang, dengan cara baru yg para ilmuwan sosial di dunia bahkan belum tau. Kita bakal ngajarin kamu cara baca kepribadian seseorang, dilihat dari sendal yang dipakainya. Keluarin buku catetannya ya anak-anak…

Sendal Jepit Karet

Kamu tipe-tipe orang yg sigap dan waspada. Kamu perlu alas kaki yang memudahkan mobilitas kamu, serba guna, mudah dipakai dan dilepas, dan juga bisa dijadikan senjata apabila diperlukan. Sendal jepit karet sangat sempurna untuk kamu, karena ringan, elastis, bisa digunakan untuk banyak kegiatan, dari nyangkul di sawah, main layangan sampai ngapel ke rumah gebetan. Dan kalau ditengah jalan kamu ketemu musuh, sendal jepit kamu bisa kamu sambitin ke itu orang.

Sendal Jepit Merk Bagus

Kamu orang yang terkesan cuek, tapi sebenernya kamu sangat memperhatikan penampilan kamu. Kamu ingin orang yang melihat kamu menganggap penampilan kamu bagus, tapi kamu gak mau ketauan kalo kamu sebenernya dandan. Sendal jepit yg merknya bagus adalah pilihan kamu, karena sendal jepit karet yg dijual di warung depan kamu anggap tidak bisa menaikkan nilai prestis penampilan kamu.

Selop

Kamu orang yang takut dengan komitmen. Kamu pengen yang gampang dipake pas lagi kamu lagi mau, dan bisa dilepas begitu aja pas kamu udah nggak mau pake lagi. Dan terus misalnya nanti kamu mau pake lagi, kamu bisa dengan mudahnya make, tanpa harus ada masalah dan drama apa-apa. Eh ini ngomongin sendal kan ?

Sendal Hotel

Kamu ingin mengesankan kamu cuek dan tidak peduli dengan pendapat orang, namun sebenarnya kamu orangnya sombong. Kamu pengen pamer ke semua orang kalo kamu pernah nginep di hotel. Kalo bisa, kamu pake deh tuh bathrobe hotel yang kamu bawa kabur. Ini juga bisa berarti kamu orangnya gak mau rugi sih.

Crocs

Kamu orangnya labil. Kamu pengen pake sepatu, tapi pengen ngerasain nyamannya sebuah sendal. Kamu nggak bisa kekeuh sama sebuah keputusan: sepatu atau sendal. Jadi kamu pake lah “alas kaki hybrid” ini. Tapi orang-orang ngeliatin kamu dengan aneh dan pandangan menghakimi. Kamu mencoba cuek dan beralasan “ini enak banget lho dipakenya !” Tapi sebenernya kamu merasa insecure, makanya kamu mendandani crocs kamu pake aksesoris tempelan-tempelan “lucu” itu.

Sendal Gunung

Kamu seorang petualang yang pemberani. Gunung dan bukit sudah kamu taklukan. Keluar masuk lumpur dan rawa bukan masalah untuk kamu. Kamu membutuhkan alas kaki yang praktis, namun juga kuat dan bisa melindungi kaki kamu.

Atau mungkin juga kamu anak rohis.

Bakiak

Kamu orangnya eksentrik, ramai dan selalu menjadi life of the party. Alias, kamu orangnya caper. Kemanapun kamu melangkah, kamu ingin menarik perhatian orang di sekeliling kamu. Makanya kamu pakai bakiak, suara hentakannya yang cukup keras setiap menyentuh lantai dijamin membuat orang sekitar kamu nengok.

Sekedar saran, kalo kamu bener-bener mau caper, mending kamu pake bakiak yang buat lomba pas 17an, sama temen kamu. Dijamin diliatin orang-orang.

Sendal yang Bisa Bunyi

Kamu anak kecil yang belum tau apa-apa. Tapi orang tua kamu adalah tipe-tipe orang yang memakai bakiak. Tidak cukup dirinya menjadi pusat perhatian, anaknya pun juga harus. Sebenernya kalo ada ukuran orang dewasa, orang tua kamu bakal pake sendal yg bisa bunyi-bunyi kayak kamu, dek. Jangan dicontoh ya kalo udah gede nanti. Bikin malu aja.

Sendal Jerami

Kamu seorang ninja. Menjadi gesit dan tak terdengar adalah prioritas utama kamu, karena jika lambat sedikit saja, nyawa kamu jadi taruhannya. Kamu perlu alas kaki yang ringan dan tidak mengeluarkan banyak suara ketika dipakai. Yang paling penting, alas kaki kamu harus bisa membantu kamu lari diatas air.

Sendal dari Besi

Kamu adalah salah satu keturunan terakhir bangsa Saiya yang sedang berlatih untuk melawan musuh yang akan mengancam bumi. Kamu perlu alas kaki yang berat supaya kamu bisa bergerak lebih cepat, karena musuh kamu menguasai 10x gravitasi bumi. Berjuanglah !

Nah, pelajari dengan baik dan niscaya kamu gak akan salah memilih teman lagi. Selamat bersosialisasi!
 

DEWASA Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger