Warung Bebas

Minggu, 30 September 2012

Tato Merupakan Filosofi dan Kisah Hidup Bagi Perempuan Ini

Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas tiga, Lea Teikoalu memutuskan untuk memiliki tato permanen. Ingin terlihat lebih keren, begitu alasan pertamanya memutuskan untuk menghiasi tubuhnya dengan tato untuk pertama kali. Tato perdananya itu bergambar lumba - lumba yang dikenal cerdas dan penolong.


Kini, menginjak usianya yang ke 35 tahun, sudah ada 11 tato yang menghiasi tubuh Lea. Ada tato di pinggul, pantat, leher belakang, juga lengan kiri dan kanan. Semua tato tidak sembarangan dibuat. Masing - masing mengandung filosofi dan kisah.

Di lengan kanannya tergambar Rosario yang menjadi perlambang panjatan doa. Sementara itu, di bagian pinggul terdapat tato berupa hati yang pecah dengan seni yang indah. Di leher belakang Lea juga terangkai tulisan Mandarin yang berarti 'penari', mencerminkan profesi yang dicintainya sebagai penari dan koreografer.

"Bagaikan diary, semua tato mengingatkan tentang momen - momen spesial sepanjang hidup saya. Remembering all the moments," ungkap perempuan yang tergabung dalam tim penari Agnes Monica itu.

Perempuan yang juga seorang penyanyi dalam grup vokal bernama Kilau itu mengaku sangat selektif dalam memilih tatto artist yang akan melukis tubuhnya. Hanya yang kredibel, memiliki sertifikat, benar - benar belajar tato, serta memiliki banyak pengalaman dan yang dikenal dekatlah yang dipilih Lea untuk mentato tubuhnya. Ia pun rela merogoh kocek untuk mendapatkan tato yang berkualitas dan sesuai keinginannya.

Wanita berdarah Manado itu mengaku pernah mengeluarkan Rp 7 juta untuk satu tato, yakni tato bergambar potret ibunya di lengan kiri. Untuk konsep desain, Lea kebanyakan memilihnya sendiri.

Rupanya perempuan bertato belum sepenuhnya dianggap biasa di tengah masyarakat. Nyatanya, Lea pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan saat berada di bus Trans Jakarta. Saat itu, seorang laki - laki dirasakan Lea memandang sinis kearah sebagian tato yang mengintip di lengannya. Padahal saat itu ia mengenakan pakaian yang sopan.

Lea sadar betul itu konsekuensi pilihannya memiliki tato. Di luar itu, ia merasa ini negara bebas dan tato adalah salah satu bentuk jatidirinya. "Jadi sebelum memutuskan (memiliki tato di badan), dipikirkan baik - baik segala sesuatunya," ujarnya. Lea bahkan masih punya keinginan untuk menambah jumlah tatonya dengan alasan seni dalam goresan tinta itu.

Nyatanya hingga kini pun, ibu Lea tidak menyetujui keberadaan tatonya. Ibunya pun dengan tegas menetapkan batasan tato yang dimiliki Lea. Sebuah tato bergambar mikrofon di lengan kiri sebagai pengingat sosok ayahanda yang seorang penyanyi menjadi tato terakhir yang boleh dimiliki Lea.

Sang ibunya punya alasan untuk membatasi tato putrinya, yakni kekhawatiran sulitnya jodoh bagi perempuan bertato banyak. Itu pun sempat membuat Lea khawatir. Namun, kemudian kekhawatiran itu menghilang seiring dengan waktu. Menurutnya, saat ini zaman modern dan setiap pria sudah memiliki banyak wawasan mengenai tato sebagai seni dan lebih dewasa dalam memilih pasangan.

Ia pun tak menemui banyak kendala dari teman - teman pria, yang menurut Lea tidak menghakimi tatonya. Saat ini, Lea mengaku kekasihnya yang seorang seniman tak punya masalah dengan tato Lea. "He know me very well. Mulai dari tato, perilaku, prestasi, dan bagaimana saya menghormati sosok ibi saya," ungkap dia.

Sabtu, 29 September 2012

Game Smartphone Seru dan Edukatif Untuk Anak

Anda tahu permainan lego, mainan yang menarik dan menyenangkan bagi anak - anak dengan berbagai ragam ukuran dan bentuk? Untuk merek - merek tertentu, harga lego akan selangit. Selain itu, lego membutuhkan tempat yang khusus untuk bermain.


Akan tetapi, anda bisa membuat hal itu lebih praktis dengan game Lego Creationary. Dengan begitu, anak bisa memainkannya kapan dan dimana saja dengan mudah. Game itu bisa dimainkan anak usia 5 tahun keatas. Cukup diunduh, anak anda pun bisa memilih berbagai kategori lego yang tersedia.

Mulai dari bangunan, peralatan, tanaman, hewan, hingga transportasi. Ada juga hewan, seperti kupu - kupu, siput dan kodok. Tugas anak anda adalah menyusun lego semirip mungkin dengan gambar yang ditampilkan. Semakin cepat menyusun, semakin banyak poin yang dikumpulkan.

Game tersebut mampu mengembangkan ide kreatif anak. Selain itu, bila dimainkan bersama, bisa mempererat hubungan dan menggabungkan ide orang tua dan anak. Game yang sederhana dan menyenangkan itu dapat diunduh secara gratis di App store atau Googleplay. Sementara ini Lego Creationary hanya bisa dimainkan pada gadget dengan sistem Ios (Iphone dan Ipad) dan Android.

Game seru lainnya yang bisa menjadi pilihan yaitu Monsters vs Superheroes Comic Book Maker. Game untuk anak usia tiga tahun keatas itu mengajak anak - anak untuk membuat tokoh pahlawan super dan monster sekreatif mungkin. Permainan garapan Moose Duck itu tampak seperti komik.

Jadi, biarkan mereka berkreasi di layar Ipad anda, dengan memilih kostum, mewarnai, memilih wajah dan rambut. Mereka juga bisa merekam suara pahlawan super, musik dan gerakan tempur, serta menciptakan latar pertarungan yang seru. Tampilan game yang kaya akan warna cerah itu mampu menarik perhatian anak untuk bermain. Untuk memainkan game tersebut, anda harus membayar US$1.99 atau setara dengan Rp 19 ribu untuk Iphone dan Ipad.

Ingin game yang menantang dan penuh teka - teki? Permainan ini bisa menjadi pilihan. Buah hati anda dapat memandu air mencapai tujuannya dengan ujung jari. Game Wheres My Perry membuat anak anda berlatih strategi untuk membebaskan agen P yang terjebak di bawah tanah. Agen P ialah platypus berwarna hijau yang mengenakan topi detektif lucu. Mereka harus mencari jalan dan membuat saluran air yang pas. Bila tepat, pintu kurungan yang memenjarakan agen P akan terbuka.

Tersedia 80 tingkatan yang seru untuk anak usia 8 tahun ke atas. Untuk sementara game tersebut hanya tersedia untuk Iphone, Ipad dan Android, dengan harga US$0,99 (Rp 9.484).

Ingin meningkatkan kemampuan berhitung anak anda sejak dini? Montessori Numbers bisa menjadi pilihan. Permainan untuk anak usia 3 - 7 tahun itu memudahkan mereka untuk belajar hitungan dasar, mulai satuan, puluhan, hingga ratusan. Lewat game yang disajikan dengan metode belajar menarik dan menyenangkan, anak bisa belajar menghitung dan mengenal angka - angka dengan bantuan balok sederhana.

Caranya dengan mengeklik atau menggiring balok - balok pada kotak yang tersedia. Game pun dilengkapi dengan suara otomatis yang menyebutkan angka tersebut. Balok bisa diganti dengan ikon lain seperti es krim, bunga, permata dan mobil. Untuk menghindari kejenuhan, latar pun bisa diganti - ganti, mulai papan meja belajar, rumput hingga langit, game ini dibanderol US$2,99 atau sekitar Rp 28 ribu.

Jangan lupa pula mengunduh game NASA Science: A Journey of Discovery. Anak akan diajak berkeliling tata surya, mengenali beragam planet dan bintang. Game tersebut begitu bebas dan memungkinkan anak anda mengeksplorasi efek cuaca di ruang angkasa terhadap bumi, pemanasan global, pencarian planet lain, dan upaya untuk mempelajari lebih lanjut tentang Mars.

Anak anda bisa melihat beragam foto - foto tata surya, menonton film, atau melihat peta interaktif yang seru untuk dieksplorasi. Anak pun akan dibuat penasaran untuk lebih mengenal tata surya. Game ini cocok dimainkan anak usia 8 tahun keatas dan dapat diunduh gratis.

Kamis, 27 September 2012

Cara Mengatasi Keringat Berlebih / Hiperhidrosis

Umumnya, hiperhidrosis terjadi di telapak tangan, telapak kaki, kepala, wajah, serta lipatan tubuh seperti ketiak dan selangkangan. Untuk wajah, ada yang mengalaminya di seluruh permukaan, ada juga yang di bagian khusus saja. Misalnya, diantara hidung dan bibir (daerah kumis). Orang pun cenderung mengalaminya di segala cuaca. Panas atau dingin, keringat tetap bercucuran.


Ada enam sifat hiperhidrosis yang bisa dicermati. Yakni, terjadi secara simetris (di kedua sisi tubuh), dialami lebih dari dua kali dalam seminggu, saat tidur pun berkeringat banyak, dan keringat akan semakin banyak ketika beraktivitas. "Istilah umumnya gobyos," kata dr Marina Haroen SpKK.

Sifat lainnya, dialami laki - laki maupun perempuan sejak kurang dari 25 tahun dan ada riwayat dalam keluarga. "Ayah atau ibu atau bahkan paman atau kakeknya mengalami," tambah spesialis kulit dan kelamin itu.

Selama ini, ada beberapa metode terapi yang bisa ditempuh. Pertama, bahan oles. Bisa berupa krim, lotion atau bahan padat yang mengandung alumunium klorida. Orang awam sering mengenalnya dengan sebutan tawas. Itu bisa diaplikasikan untuk telapak tangan, wajah atau ketiak. Ada juga obat telan, anti-cholinergic, yang bisa didapat setelah berkonsultasi dengan dokter.

Dua bahan tersebut merupakan solusi sementara, cenderung singkat, 12 jam saja sekali pakai. "Biasanya itu untuk yang mau menjalani prosesi pernikahan supaya make-up tidak mudah luntur," terang marina yang bertugas di RSAL dr Ramelan Surabaya tersebut.

Terapi yang bertahan lebih lama adalah injeksi botoks dan ion tophoresis menggunakan alat yang diaplikasikan dari luar. Umumnya dilakukan 30 menit, dua kali dalam seminggu. Atau, 20 menit per sisi tubuh dalam 2 - 3 hari. "Diulang setelah beberapa bulan. Setiap orang berbeda kadar ketahanan fungsinya," ujar Marina.

Jika ingin mengatasi hiperhidrosis secara permanen, pembedahan bisa dipilih sebagai solusi. Ada local incision yang dilakukan untuk mengambil kelenjar keringat di ketiak, juga thoracic sympathectomy di telapak tangan untuk mematikan saraf. "Yang kompeten melakukan adalah dokter bedah," ungkapnya.

Kini ada temuan terbaru yang bisa dikerjakan dokter spesial kulit. Yakni, menggunakan alat khusus dengan ultrasound dan radiofrekuensi. Terapi itu, lanjut Marina, hanya bisa dilakukan untuk bagian ketiak. Sebenarnya alat tersebut tidak baru dalam dunia kesehatan dan kecantikan. Hanya alat itu selama ini digunakan untuk terapi pengencangan kulit. "Untuk wajah dan leher supaya tampak muda," katanya.

"Dengan berbagai penelitian, ternyata hiperhidrosis pun bisa diatasi dengan terapi menggunakan alat tersebut," ujar Marina yang baru saja mengikuti Aesthetic Asia Exhibition & Congress 2012 di Singapura, 13 - 15 September lalu tersebut.

Perlu diperhatikan, sebaiknya melakukan pemeriksaan dan konsultasi medis sebelum menjalani terapi. Sebab, tidak semua orang bisa menjalani dengan aman. Orang dengan alergi atau memiliki penyakit tertentu memerlukan terapi yang cocok. "Jika dia sudah mengkonsumsi obat lain untuk terapi sebelumnya, harus disesuaikan supaya tidak kontradiktif," tegasnya. Begitu juga dengan penggunaan alat bedah, begitu juga terapi energi, memerlukan kondisi tubuh yang prima.

Rabu, 26 September 2012

Sebarkan Nilai - Nilai Edukasi Lewat Film

"Generasi kita nggak mempan diberi tulisan, kita ini generasi get philosophy in the movie," kalimat yang berasal dari kutipan film indie berjudul Cinta ini mungkin ada benarnya. Generasi muda kotemporer cenderung lebih memilih nonton film ketimbang membaca buku atau tulisan.


Kondisi ini dipahami betul oleh Pragola Film, komunitas pembuat film dari Kecamatan Winong, Pati. Komunitas ini didirikan sekelompok anak muda yang bertujuan menyebarkan nilai - nilai edukasi dalam setiap karya mereka.

"Berangkat dari keprihatinan atas miskinnya kreativitas, saya dan teman - teman iseng mendokumentasikan sejarah Desa Pekalongan, Kecamatan Winong. Hasil dokumentasi tersebut lalu dikembangkan menjadi sebuah film fiksi. Pertimbangannya, film ini bisa digunakan sebagai media untuk menjaga dan mengenalkan sejarah desa," kata Ketua Pragola Film. Pendi Sukarji, beberapa waktu lalu.

Selain itu pembuatan film juga ditujukan untuk mengembangkan potensi teknologi pada generasi muda, di tingkat SMP dan SMA agar tidak terjebak pada penyalahgunaan teknologi ke arah yang negatif. Sejak berdiri pada tahun 2008, Pragola Film telah menghasilkan lebih dari 20 film dengan bermacam genre. Mulai dari fiksi, dokumenter, profil, iklan, hingga pembuatan video klip.

Karena padatnya kegiatan ditambah minimnya personel, Pendi akhirnya menggandeng Teater Al Falah dari SMK Al Falah, Winong dan Teater Angan dari SMPN 1. Sementara, pengetahuan pembuatan film, mereka dapatkan dari pelatihan yang diberikan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Pati.

Dalam prosesnya, penataan gambar dan penyuntingan lebih banyak dilakukan anak - anak . "Kalau butuh pemain dewasa, biasanya kita membuat casting, kalau ada orang tua siswa yang mau, kami pasti mengutamakan mereka," katanya.

Diakuinnya, peralatan pembuatan film yang dimiliki Pragola dan 'teman - teman' teaternya sangatlah minim. Mereka harus menyewa kamera setiap pembuatan film, pun demikian dengan perlengkapan lain yang mereka buat ala kadarnya. Namun, itu semua tidak menghalangi kreativitas komunitas ini. Terbukti sejumlah karya mereka mampu meraih prestasi di tingkat lokal maupun nasional.

Diantara karya mereka adalah film Kirab dari Teater Falah yang meraih juara III nasional pada Festival Film Pelajar di IKJ dan Film Kerudung Putih, Teater Angan yang sukses meraih juara III pada festival film Jawa Tengah. "Jika film anak - anak dapat mengangkat nama Pati, itu konsekuensi logis dari usaha yang mengedepankan kerja keras," kata Pendi yang juga guru Seni Budaya di SMK Al Falah.

Selasa, 25 September 2012

Siswa Belajar Dicekam Ketakutan

Kondisi bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri Pelemgadung 1, Kecamatan Karangmalang, Sragen, memprihatinkan. Atap ruang kelas nyaris ambruk dan terpaksa disangga menggunakan bambu. Kondisi itu menyebabkan konsentrasi para siswa menimba ilmu terganggu, karena khawatir sewaktu - waktu atap bangunan ambruk.


Ironisnya, kondisi memprihatinkan itu sudah berlangsung sejak tahun 2009, hingga kini sama sekali belum pernah tersentuh perbaikan. Kerusakan paling parah terjadi di ruang kelas I, III dan ruang perpustakaan yang sekaligus menjadi ruang komputer. Kerusakan terlihat pada atap, plafon dan kuda - kuda.

Di ruang kelas III, lebih dari separuh langit - langit sudah amblong karena plafonnya hancur. Untuk mengantisipasi hal - hal yang tidak diinginkan, atap di tiga ruangan tersebut terpaksa ditopang dengan bambu.

Salah seorang guru SD Negeri Pelemgadung 1, Sutrisno mengatakan kerusakan terjadi sejak tahun 2009. Namun, karena tak kunjung diperbaiki kerusakan akhirnya semakin parah. "Demi keamanan siswa, kami berinisiatif memasang bambu untuk menopang atap agar tidak roboh," ujarnya, Minggu (23/9).

Menurut Sutrisno, selain karena belum pernah mendapat bantuan dana untuk perbaikan, kerusakan di tiga lokal kelas karena usia bangunan yang sudah tua. Otomatis, fisik bangunan makin hari kian rapuh karena kayu pada atap dimakan rayap. "Sejak pertama dibangun pada tahun 1987, sekolah kami belum pernah mendapatkan dana bantuan untuk perbaikan. Tentunya setiap hari kami selalu was - was, takut atapnya ambruk dan menimpa siswa," jelasnya.

Kepala SD Negeri Pelemgadung 1, Ning Rahayu mengatakan kendati tiga lokal bangunan sudah rusak, namun masih dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini dikarenakan pihak sekolah tidak memiliki ruangan lain yang bisa digunakan. "Mau bagaimana lagi, terpaksa tetap digunakan untuk belajar siswa karena memang ruangan lain tidak ada. Kami sudah memasang bambu penyangga agar lebih aman," tandasnya.

Ning mengaku sudah berupaya mengajukan permohonan bantuan perbaikan ke Pemkab Sragen. Namun, permohonan tersebut belum pernah ditindaklanjuti sehingga perbaikan pun belum bisa dilakukan. "Kami sebenarnya sudah berulang kali mengajukan proposal perbaikan tapi belum pernah disetujui. Namun kami baru saja mendapat kepastian bahwa perbaikan akan dimasukkan dalam anggaran tahun 2013," tambahnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Karangmalang, Daryono berjanji akan berupaya semaksimal mungkin agar anggaran perbaikan untuk SD Negeri Pelemgadung I bisa diberikan tahun ini. "Sebenarnya bantuan perbaikan untuk SD Pelemgadung akan dialokasikan pada anggaran tahun 2013. Tapi mengingat kondisinya sudah mengkhawatirkan, kami akan berupaya bisa dimasukkan ke ploting anggaran tahun 2012," janjinya.

Senin, 24 September 2012

Cerita Mistik Sendangguwo Masih Dipercaya Warga

Ada cerita unik di Sendangguwo, Kelurahan Gemah, Kecamatan Tembalang. Cerita sendang yang ada goanya itu, konon, ditunggu oleh mbahurekso yang memiliki gamelan yang sering dipinjam oleh warga sekitar. Alat musik tradisional itu tidak bisa dilihat oleh mata t3l4nj4ng. Bila ada warga yang akan punya gawe dan akan pinjam gamelan hanya memberi syarat dengan uba rampe berupa beberapa sesaji khusus kepada mbahurekso tersebut.


Di lokasi cerita Sendangguwo yang konon ditunggui oleh mbahurekso yang memiliki gamelan ini tumbuh pohon besar. Lokasi ini, sekarang ada yang memanfaatkan untuk kegiatan - kegiatan ritual.

Melalui syarat yang sudah ditentukan, gamelan akan muncul sendiri dan dapat dilihat. Lalu, orang yang memiliki hajat ingin memeriahkan acara menggunakan gamelan bisa membawanya pulang setelah melalui dalang yang dipercaya. Cerita ini hingga kini masih dipercaya kebenarannya oleh warga terutama penduduk asli warga Sendangguwo.

Tetapi, suatu ketika, gamelan itu dipinjam oleh warga kampung tertentu. Setelah mereka yang pinjam puas memakai gamelan tersebut, lalu dikembalikan. Namun dari salah satu perangkat gamelan berupa kempul, tidak ikut dikembalikan, maka sang mbahurekso menyumpahi bahwa keturunan warga kampung yang pinjam gamelan itu akan rembes.

Cerita itu seperti dikatakan Agus Ariyanto warga asli Sendangguwo, Sabtu (22/9) lalu. Tetapi, lanjutnya, warga asli yang disumpahi itu tadi sudah pada pindah, sedangkan yang ada adalah warga pendatang. "Cerita itu berkembang turun - temurun hingga sampai sekarang dan cerita itu melekat pada warga asli Sendangguwo," kata Agus Ariyanto yang sehari - hari buka studio foto di kampungnya dekat jembatan goyang Sendangguwo.

Cerita itu dibenarkan oleh Abdul Rahman, seniman pematung warga asli Sendangguwo. Menurutnya, nama Sendangguwo diambil dari sendang. Di sendang itu dulu ada goa yang ditunggu oleh mbahurekso yang memiliki gamelan. Cerita itu terjadi sekitar tahun 1800-an. Warga asli Sendangguwo tidak asing mendengar cerita itu. "Kalau anda ingin tanya soal cerita itu, warga asli Sendangguwo paham," katanya.

Tetapi, seiring perkembangan zaman, kata Abdul Rahman, sendang itu tertutup tanah dan goanya juga hilang. Para sesepuh tidak ada lagi yang nguri - uri tradisi tersebut. Petilasannya sampai sekarang masih ada, tapi warga tidak ada yang nguri -uri keberadaan sendang dan goa tersebut. Malah, kata Abdul Rahman, ada orang yang sengaja memanfaatkan lokasi di tempat petilasan Sendangguwo itu untuk kegiatan ritual.

Minggu, 23 September 2012

Ajari Anak Mengatur Keuangan Sejak Dini

Sosok ibu memang menjadi salah satu anutan setiap anak, termasuk bagaimana mengatur keuangan. Seto Mulyadi alias Kak Seto, pemerhati anak, mengungkapkan keberhasilan kecerdasan finansial dan pengambilan keputusan bergantung pada cara orang tua mengajarkan pengaturan keuangan tersebut sejak dini.


"Saat ini banyak yang melupakan kecerdasan pengelolaan keuangan ini dalam sistem pendidikan kita. Anak harus dikenalkan secara bertahap, mengenal apa itu uang, sejarah uang, jenis uang. Jika kurang dikenal sejak dini, akan menjebaknya disaat dewasa. Ibu menjadi salah satu peran penting untuk tugas tersebut," ungkap Kak Seto saat meluncurkan buku terbarunya yang berjudul Financial Parenting di Jakarta, pekan lalu.

Terkadang, seorang ibu juga terjebak pada perasaan bersalah karena selalu sibuk bekerja dan sering meninggalkan anak - anak mereka. Akibatnya, mereka biasa membalas rasa bersalah itu dengan memberikan beragam barang. "Perasaan bersalah tidak selamanya harus dibalas dengan memberikan mainan atau barang untuk anak. Anda bisa membalas dengan mendongeng ke anak, memberikan pelukan, belaian atau tidak mudah marah ke anak," katanya.

Lutfi Trizki, perencana keuangan, mengungkapkan pemahaman tentang uang sejak dini bisa dimulai dengan mengajak anak - anak ke bank, ATM, atau supermarket dan memberi penjelasan tentang kegiatan apa yang harus dilakukan disana. Tak ada usia efektif untuk mengenalkan hal tersebut kepada anak. Saat anak sudah mulai mengenal uang, saat itu pula ia sudah harus diperkenalkan dan diberi pemahaman secara bertahap.

"Kecerdasan finansial dimulai dari kebiasaan - kebiasaan baik. Kenalkan apa nilai uang, kenalkan pula apa itu uang saku, beri tanggung jawab pula dengan memberi uang secara bertahap mulai dari harian, mingguan, hingga bulanan," Jelas Lutfi. Anak bisa diajari menabung di celengan. Salah satu triknya, beri gambar pada celengan tersebut sebagai pemicu semangat anak. Misalnya celengan diberi gambar mainan kesukaan yang ingin ia beli.

Agar anak tidak konsumtif:

1. Saat anak sudah mulai mengenal uang, misalnya mulai diberi oleh kakek - nenek, ajari dia mengenal apa itu uang, sejarah, nilainya, jenis uang dan lainnya.

2. Ajari anak tentang uang saku dan buat aturan seputar itu. Biasakan dia untuk menyisihkan uang sakunya sejak awal dari menabung hingga beramal.

3. Ajari anak menabung, mulai dari membuat celengan lucu. Jangan lupa beri foto barang yang ingin dibelinya sebagai pemicu semangat.

4. Terangkan tujuan menabung agar anak termotivasi.

5. Secara pelan dan bertahap, terangkan kepada anak mengenai kondisi keuangan keluarga.

6. Terkadang anak - anak sering tergoda oleh iklan yang semakin gencar. Ajari anak untuk disiplin dalam membeli barang yang perlu saja agar tidak menjadi konsumtif.

7. Para ibu sebaiknya membuka wawasan mengenai cara mengajar anak untuk cermat mengelola keuangan lewat buku atau bertanya kepada pakarnya, termasuk bagaimana mengelola dana pendidikan anak.
 

DEWASA Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger