Warung Bebas

Selasa, 31 Juli 2012

Wanita Dibunuh, Perhiasan Dilucuti

Warga Dusun Prumasan RT 8 RW 2 Desa Kalibening Kecamatan Sukoharjo, Wonosobo kemarin gempar. Pasalnya, salah seorang warga setempat, Nisem, 72, ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamarnya Sabtu (28/7) lalu. Ia menjadi korban pembunuhan. Di tubuhnya terdapat sejumlah luka yang mencurigakan.


Selain itu, sejumlah perhiasan emas meliputi kalung, cincin dan gelang juga lenyap. Kematian Nisem diketahui pada Sabtu (28/7) sore pukul 15.30 oleh Wantinah anak kandung korban. Saat itu korban seharian tidak terlihat, maka Wantinah yang tinggal berbeda rumah bermaksud mengecek sambil mengantar makanan untuk berbuka puasa. Namun saat memasuki kamar tidur, ibunya ditemukan telah tewas.

"Begitu melihat ibu meninggal, saya langsung memberitahu saudara saya,' katanya. Anak korban yang lain Muryati, 40, mengatakan setelah mendapatkan informasi ibunya meninggal, dia langsung mengecek kondisi badan ibunya. Karena sebelumnya ibunya tidak pernah mengeluh sakit. Setelah diperiksa bersama saudara kandungnya, pada beberapa bagian tubuh ibunya terdapat luka yang mencurigakan. Tak hanya itu, sejumlah perhiasan emas meliputi kalung, cincin dan gelang yang dikenakan ibunya juga hilang.

"Awalnya kami tidak berpikiran ini pembunuhan. Pikiran kami hanya terjatuh, namun karena sejumlah perhiasan hilang kami lapor ke kantor polisi," ujarnya. Kapolres Wonosobo AKBP Adi Wibowo melalui Kasubag Humas AKP Widayanto mengatakan, setelah mendapatkan laporan pada Minggu (29/7) pihaknya menurunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan ke lokasi. Dari hasil pemeriksaan dokter, ditemukan beberapa luka mencurigakan. Diantaranya, memar di dagu, leher terdapat luka bekas cekikan. Dada sebelah kiri atas membiru serta luka di v4g1n4 bekas kuku.

Widayatno mengatakan, sejumlah barang milik korban yang hilang meliputi, 1 kalung emas 12 gram, 3 cincin emas 7 gram, 1 bandul liontin emas 3 gram. Total perhiasan yang hilang 22 gram. Sementara uang tunai belum diketahui jumlahnya. "Dari temuan ini, petugas melakukan pemeriksaan terhadap tujuh saksi meliputi anak kandung korban dan tetangga dekat," tambahnya.

Dari hasil pengembangan, Senin (30/7) kemarin, petugas Satreskrim Polres Wonosobo berhasil menangkap tersangka. Pelaku tak lain merupakan tetangga satu dusun bernama Puji, 22, warga Dusun Prumasan RT 10 RW 2 Desa Kalibening Kecamatan Sukoharjo.

Tersangka ditangkap, saat belanja di Rita Pasaraya dengan istrinya. Petugas memastikan Puji sebagai pelaku pembunuhan karena sebelumnya sudah pernah melakukan penyelidikan, menemukan CCTV di salah satu toko emas di Wonosobo yang dijadikan tempat penjualan emas oleh pelaku. "Setelah berhasil menjual emas, pelaku kemudian membelanjakan uangnya. Saat belanja kami tangkap," tandasnya.

Di hadapan Polisi, tersangka mengaku membunuh korban pada Sabtu pagi menjelang azan subuh. "Persis seperti yang disampaikan oleh anak kandungnya. Pada malam Sabtu korban masih salat tarawih. Namun saat subuh biasanya ikut jamaah di masjid tidak kelihatan," tandasnya. Untuk proses penyidikan, tersangka sudah ditahan di sel tahanan Mapolres Wonosobo bakal dijerat dengan pasal 365 KUHP yakni pencurian dengan pemberatan.

Senin, 30 Juli 2012

Riska dan Marlinda Bantu Promosi Band Indie Luar Negeri

Sebagai komunitas, Playground Collective (PC) memang belum lama dibentuk. Dua pendiri PC, Riska Farasonalia dan Marlinda Oktavia Erwanti mengaku sebenarnya enggan memberi atribut baru kelompok ini sebagai komunitas.


"Kami lebih nyaman menamainya forum atau ajang teman - teman untuk melepaskan diri dari rutinitas sehari - hari," ujar Riska belum lama ini. Selama ini kegiatan PC lebih difokuskan kepada organizer atau pengelolaan band - band musik luar negeri yang ingin promosi ke Indonesia. Namun bukan sekadar band. PC sejak awal hanya ingin membantu band yang mengandalkan kemampuan sendiri tanpa sponsor alias band indie.


"Band - band dari luar yang menerapkan konsep Do It Yourself (DIY) yang berkeyakinan mereka dapat bergerak tanpa sokongan dari perusahaan atau sponsor tertentu. Itulah yang akan kami bantu," kata perempuan berusia 25 tahun tersebut. Acaranya biasanya diselenggarakan secara sederhana. Para pemain band bule itu juga mau diinapkan di rumah patner mereka, bukan di hotel.


Band aliran crust punk asal Swedia, Eskatologia, menjadi band pertama yang sukses 'digarap' PC untuk tampil di Kota Semarang. Secara personal, Riska dan Marlin mengaku tidak banyak mengalami kesulitan mengingat ini bukan kali pertama mereka mengorganisir band luar negeri. Sebelumnya, mereka pernah membuat acara serupa dengan mendatangkan band dari Perancis dan Spanyol. Hanya saja tidak menggunakan bendera PC. Marlin menjelaskan, penggunaan nama / bendera kelompok lebih pada penanda semata.

"Namanya sendiri kami artikan sebagai zona bermain. Maksudnya kami memang ingin bersenang - senang dan berbagi," jelas Martin. Seiring berjalannya waktu, PC yang awalnya hanya diinisiasi oleh dua orang ini perlahan mendapat tenaga segar dari anak - anak muda yang tertarik dengan visi mereka. Sejak itu PC dikenal sebagai komunitas. Ketika konser musik band chaotic grindcore asal Australia, Idylls di studio 99, Sampangan, Sabtu (22/7) lalu misalnya, mereka mendapat respons positif dan dipadati banyak penonton yang sebagian besar adalah anak muda.

"Pada acara tersebut ada sekitar 5 band lokal yang turut bermain. Bahkan mereka mau urunan demi penyelenggaraan acara. Semangat seperti inilah yang akan terus kami jaga dan kami tularkan ke pihak lain," katanya. Dalam kesempatan itu, Marlin juga menjelaskan sejarah, bagaimana kelompoknya mendapat kepercayaan sebagai EO bagi band - band indie luar negeri. Awalnya mereka mendapat tawaran dari seorang kawan lewat situs jejaring sosial, yang ingin mengorganisir band luar negeri yang hendak tur ke Indonesia. Merasa tidak asing dengan bidang ini, Riska dan Marlin menerima tawaran tersebut. Terbukti, dengan kerja keras, PC berhasil memperoleh kepercayaan.

Ditanya soal basecamp, keduanya mengaku PC tidak mempunyai markas. Hanya saja bagi mereka yang ingin berkunjung dapat datang ke Jalan Jeruk V No 17, Lamper Lor, Semarang Selatan. Selebihnya untuk pertemuan rutin, mereka lebih suka kongkow kafe atau tempat nongkrong lainnya. Soal harapan ke depan, baik Riska maupun Marlin mengaku tak mau muluk - muluk. Yang penting bagi mereka, aktivitas ini dijalani dengan nyaman dan penuh kesenangan. "Mungkin terdengar sederhana. Tapi selama kami nyaman, PC akan terus bertahan," kata Riska.

Minggu, 29 Juli 2012

Aplikasi Seru Untuk Para Penjelajah

Jangan ragu membawa gadgetmu karena beragam aplikasi seru siap memanjakan dan memudahkan perjalanan para penjelajah.


Menjelajah beragam tempat baru di Nusantara dan belahan dunia lain menjadi tren gaya hidup saat ini. Melepas penat, berburu pengalaman unik, dan mencari kepuasan menikmati keindahan alam dan budaya beragam destinasi di dunia siap dirasakan para traveler dan backpacker.

Kemajuan teknologi membuat gadget menjadi salah satu barang yang tak ketinggalan dan kerap dibawa para penjelajah. Tak perlu ragu untuk membawa gadget anda, beragam aplikasi seru siap menemani dan memudahkan perjalanan anda. Triposo, misalnya. Aplikasi panduan itu mencakup ribuan informasi destinasi di seluruh dunia, mulai Benua Eropa, Amerika, hingga Asia termasuk Indonesia.

Aplikasi yang bisa digunakan untuk Android dan IOS itu menyediakan peta lokasi terperinci, sejarah, budaya dan aneka informasi unik lainnya. Selain itu, berdasarkan lokasi, waktu dan cuaca terbaru, Triposo secara otomatis akan menyarankan destinasi yang menginspirasi, menarik, dan penting untuk dikunjungi. Aplikasi triposo tidak perlu koneksi internet terus menerus karena semua data bahkan peta yang terperinci disimpan pada perangkat anda. Dengan fitur travel log, anda bisa memperbaharui foto - foto perjalanan dan berbagi ke kerabat dan keluarga.

Tak ketinggalan, aplikasi TripColor, yakni aplikasi travel blog berbasis jejaring sosial gratis untuk IOS. Disitu anda yang sedang berwisata dapat berbagi foto dan peta tujuan perjalanan, atau mengirimkan kartu pos dengan gambar anda.

Punya pengalaman kesulitan mendapatkan penginapan saat perjalanan? Aplikasi Hostelworld akan mempermudah dan mengirit pengeluaran anda saat bepergian. Aplikasi ini menjadi alternatif mencari penginapan terjangkau asalkan anda tidak keberatan tidur di asrama. Aplikasi gratis itu memberikan akses ke lebih dari 25 ribu hostel di seluruh dunia, dari Amerika, Eropa, hingga 27 negara di Asia.

Aplikasi itu bisa anda gunakan saat bepergian berkeliling Indonesia karena anda dapat melihat hostel di Jakarta, Yogyakarta, atau Bali. Anda juga bisa membaca ulasan penginapan, petunjuk peta, foto hostel, informasi harga, dan membuat pemesanan dengan aplikasi tersebut.

Bagi para backpacker, Couchsurfing sudah tidak asing. Selain sebagai wadah berbagai pengalaman, komunitas penjelajah dunia itu menawarkan kesempatan bagi para backpacker untuk memperoleh tempat tinggal sementara di seluruh dunia, secara gratis. Bila biasanya hanya bisa diakses melalui situsnya, kini Couchsurfing hadir dalam aplikasi untuk Android dan IOS tanpa mengurangi informasi yang diproleh melalui situsnya.

Tapi jangan salah, Couchsurfing bukan diperuntukkan bagi para penjelajah pelit (cheapskates). Itu merupakan jejaring sosial untuk bertemu orang di kota - kota asing dan negara besar, terutama jika anda melakukan backpacking sendiri. Anda bisa mencari teman di Couchsurfing dengan melihat di profil mereka, berbagi foto pengalaman anda dan menerima Couchrequest dari anggota lain di berbagai negara.

Bagi anda yang mencari beragam tur wisata menarik, bisa menggunakan aplikasi Viator. Aplikasi IOS itu memungkinkan anda melihat dan memesan lebih dari 10 ribu tur wisata di lebih dari 800 destinasi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Anda bisa memesan tur sebelum perjalanan, mencari penawaran wisata bahkan pada menit terakhir dan peta objek wisata. Menariknya, aplikasi itu menjamin harga termurah.

Bagi yang sering bepergian ke luar negeri mungkin kesulitan melacak pengeluaran, apalagi dengan mata uang yang berbeda. Dengan aplikasi Simplay Declaire untuk IOS, hal itu bukan masalah lagi. Wisatawan tinggal menetapkan mata uang lokal dan memeriksa biaya barang yang dibeli dengan mata uang asal mereka.

Bila bermasalah dengan komunikasi, aplikasi Sayhi Translate bisa menjadi pilihan. Aplikasi Android itu memungkinkan anda mengatakan sesuatu dalam bahasa anda, lalu menerjemahkan dan berbicara dalam salah satu dari 33 bahasa.

Jangan lupa aplikasi GPS untuk panduan perjalanan anda. Google Maps masih menjadi salah satu aplikasi favorit bagi para traveler mengingat sumber data google yang beragam dan tidak perlu diragukan lagi kemampuannya.

Sabtu, 28 Juli 2012

Pentingnya Orang Tua Terhadap Perkembangan Sekolah Anak

Sebuah buku tulis sederhana dibuat sendiri oleh Angelica, 33. Itu bukan sembarang buku, melainkan buku penghubung yang harus dibawa setiap hari oleh putranya, Aqila, 9, yang saat ini duduk di bangku kelas 4 SDN 1 Kebun Besar, Tangerang.


Buku itulah yang menjadi alat penghubung antara dirinya dan guru di sekolah. Langkah tersebut merupakan inisiatif yang dilakukan Angelica sejak putra semata wayangnya duduk di bangku kelas 2 SD.Terutama, saat dirinya mulai menyadari komunikasinya bersama sang buah hati semakin terbatas karena kesibukannya bekerja di luar rumah. Ia ke sekolah hanya untuk pengambilan rapor dan rapat orang tua murid dengan guru.

"Saya inisiatif membuat buku penghubung sendiri. Jadi saya tahu. Saya dan suami semakin sibuk, waktu dengan anak kian terbatas. Cara ini sekaligus untuk mengawasi perkembangannya di sekolah," ungkap perempuan yang berdomisili di Tangerang itu.

Meski terdengar sederhana, langkah yang dilakukan Angelica bekerjasama dengan guru itu cukup efektif dalam memantau tumbuh kembang Aqila. Dalam buku tersebut, guru sering melaporkan perkembangan Aqila di sekolah, mulai pelajaran yang diterima hingga tingkah laku saat di sekolah. Nantinya, laporan guru itu menjadi bahan evaluasi Angelica setiap hari bersama anak semata wayangnya itu saat dirumah.

Pasalnya, karena harus bekerja, sehari - hari Angelica memiliki waktu terbatas dengan anaknya. Harus bekerja pagi dan pulang sore hari membuat dirinya hanya memiliki waktu sekitar 4 jam perhari dengan anaknya. Komunikasi yang terbatas dan haus akan perhatian membuat Aqila terkadang berubah menjadi anak yang manja dan cepat ngambek.

Alhasil, sebisa mungkin di tengah kelelahan seusai bekerja, Angelica meluangkan waktu 30 menit untuk fokus membicarakan sekolah bersama anaknya. "Saya cek ada PR atau enggak, cek perlengkapan sekolah, tanya teman - teman di sekolah dan lainnya. Sambil makan dan ngobrol santai. Jadi, biar kedua orang tua bekerja, dia tetap harus tahu bahwa sekolah itu penting dan orang tuanya tetap memperhatikannya," jelas Angelica.

Profesi sebagai asisten guru di sebuah sekolah internasional di Jakarta membuat Angelica mengetahui betul pentingnya perhatian di rumah bagi anak - anak yang orang tuanya sibuk bekerjadi luar. Dari kacamata pendidik, Angelica mengaku sering menghadapi anak - anak yang orang tuanya begitu sibuk bekerja. Alhasil, anak - anak menjadi terbengkelai dan menyerahkan sepenuhnya bimbingan ke sekolah.

Para murid usia belia tersebut bahkan kadang hanya bertemu dengan orang tua beberapa bulan sekali karena sibuk bekerja di luar negeri. Ia pun pernah menghadapi kasus ketika pihak sekolah disalahkan orang tua atas nilai - nilai murid yang jelek, padahal si anak justru memerlukan bimbingan spesial. Kondisi tersebut, paparnya, menunjukkan bahwa orang tua terlalu menyerahkan sepenuhnya ke sekolah, padahal orang tua memiliki kewajiban untuk membimbing anak di sekolah.

"Anak yang kurang perhatian ini terkadang sulit untuk dikendalikan dan tertutup. Karena merasa orangtuanya lebih cuek, ia pun bisa tidak peduli dengan sekolah. Jadi meski waktu kerja menyita, perhatian kepada anak harus diutamakan," ungkap Angelica.

Hal senada juga dilakukan Aisyah, 57, terhadap putri bungsunya, Risa, yang saat ini duduk di bangku kelas 3 di SMAN 51 Jakarta Timur. Meski Risa sosok putri yang mandiri, Aisyah tidak pernah melepaskan perhatiannya dalam mengawasi putrinya tersebut.

Aisyah memiliki keterbatasan waktu dalam berkomunikasi dengan putrinya. Namun, ia selalu mencoba memberikan perhatian ke putrinya di tengah waktunya yang terbatas. Kondisi itu terus berlangsung hingga kini ia telah pensiun.

Perempuan pensiunan pegawai negeri sipil itu selalu menyempatkan diri untuk mengobrol bersama putrinya sepulang sekolah di rumah, mulai masalah sekolah, mengawasi pekerjaan rumah, hingga pertemanan putrinya di sekolah. Ia pun sering memberikan pengertian kepada anaknya jika ada kesalahpahaman Risa dengan guru di sekolahnya.

"Biar sederhana, harus dilakukan. Itu merupakan bentuk tanggung jawab ibu ke anak - anaknya. Jika ada keluhan anak, kita bisa mencoba memperbaikinya. Dengan memberikan perhatian semacam itu, bisa memberikan semangat kepada mereka," kata dia.

Jumat, 27 Juli 2012

Pengguna Layanan Data Smartfren Terus Meningkat

Penyedia layanan operator seluler berbasis CDMA, Smartfren makin agresif dalam menggenjot potensi pasar layanan data di seluruh wilayah Indonesia. Langkah tersebut ditempuh melalui berbagai cara, seperti peningkatan kualitas jaringan, tarif murah, serta penyediaan gadget.


Regional Head Central Java, Aris Martoko mengatakan, pengguna layanan data Smartfren kini meningkat 50% dibandingkan tahun lalu. Sedangkan pengguna internet Smartfren sendiri setidaknya sudah mencapai 65% dari total pelanggan.

"Smartfren kini memang tetap pada komitmennya untuk menyediakan layanan internet yang cepat dan murah, sesuai slogan kami 'I Hate Slow'," katanya, dalam acara Media Gathering dan Buka Bersama Smartfren, di Rinjani View, kemarin.

Menurutnya, komitmennya pada layanan data kini juga ditunjukkan dengan penyediaan gadget yang mendukung. Belakangan ini, Smartfren bahkan memberikan penawaran khusus untuk pembelian produk Andromax dan Androtab. "Dengan gadget berteknologi tinggi dan terkini membuat layanan internet Smartfren makin optimal. Apalagi, gadget yang ditawarkan hanya seharga Rp 1,488 juta saja," ungkapnya.

Branch Manager Central Java Smartfren, Sgit Sadono menambahkan, meski Smartfren fokus ke layanan data, namun tak mengindahkan layanan voice dan sms. Bahkan, untuk layanan percakapan, Smartfren menyediakan tarif yang sangat murah, Rp 1/detik untuk sesama operator, Rp 10/detik untuk ke lain operator dan komunikasi internasional.

"Untuk mendukung layanan voice, Smartfren juga akan meluncurkan program JAMBU (Jaringan Bicara Murah), dengan paket ponsel dual on CDMA-GSM seharga Rp 299.000," tegasnya.

Sementara itu, terkait masa puasa dan lebaran, Smartfren telah melakukan penambahan kapasitas jaringan di sejumlah titik di Jateng-DIY, untuk mengantisipasi lonjakan trafik layanan data dan voice maupun sms. Peningkatan jaringan utamanya diberikan pada daerah kantong - kantong mudik masyarakat.


"Tren yang terjadi, saat momentum puasa dan lebaran, trafik internet, percakapan dan sms naik 50% dari kondisi normal," pungkasnya.

Kamis, 26 Juli 2012

Berduaan di Hotel, Kades & Pasangan Selingkuhannya Diringkus

Gara - Gara berduaan di kamar Hotel Melati, Kepala Desa Baledu, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, MZ, 45, harus berurusan dengan polisi. MZ yang tengah ngobrol santai sambil menonton televisi di sebuah kamar hotel dengan SL, 33, digerebek petugas dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) siang kemarin (25/4). Tak hanya MZ, tujuh pasangan lainnya juga digelandang ke Polres Temanggung dari empat hotel yang disasar petugas. Bahkan, salah seorang yang dirazia sempat pingsan karena terkejut dengan razia mendadak tersebut.


Dari delapan pasangan yang digerebek, satu pasangan diantaranya berhasil lolos dari jeratan tindak pidana ringan (tipiring) karena menunjukkan keterangan bahwa keduanya suami istri yang sah. Sementara tujuh pasang lainnya harus berurusan lebih lanjut dengan polisi. "Apa yang kami lakukan ini adalah untuk memberikan kenyamanan kepada umat Islam agar dalam menjalankan ibadah puasa dapat khusyuk," kata Kapolres Temanggung, AKBP Susilo Wardono, melalui Kasubag Humas PPID, AKP Marino.


Petugas mulai menyisir hotel - hotel melati yang ada di kabupaten penghasil tembakau ini sekitar pukul 10.00 WIB. Satu persatu pasangan selingkuh mulai tertangkap, pasangan selingkuh pertama dijaring petugas di hotel Sari Dewi yang berada di depan pabrik kayu APB Maron.


Tak puas dengan hasil razia di hotel Sari Dewi, petugas melanjutkan razianya ke hotel Dirgantara yang berada persis di sebelah Sari Dewi, di situ petugas kembali berhasil menggaruk satu pasangan selingkuh, kemudian dua pasangan selingkuh di Hotel Campursari. "Pasangan ini kami amankan, karena mereka tidak bisa membuktikan kalau mereka adalah pasangan suami istri yang sah," lanjut Marino.

Razia kemudian dilanjutkan ke Hotel Ayu yang berada di jalan raya Temanggung - Sumowono. Petugas berhasil menjaring empat pasangan selingkuh, salah satunya seorang Kades dan pasangan selingkuhannya, serta pasangan selingkuh dengan mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri Yogyakarta.

Delapan pasangan selingkuh itu antara lain:
WN (23) dan AZ (21)
IM (55) dan IS (34)
AS (30) dan HT (26)
BS (43) dan MN (39)
SL (31) dan AD (22) Seorang mahasiswi
MH (53) dan YN (32)
DR (49) dan SR (48)
MZ (45) dan SL (33) Salah satu Kepala Desa di Kecamatan Kandangan, Temanggung.

"Kedelapan pasangan ini diancam dengan hukuman paling lama 3 bulan penjara dan denda maksimal Rp 2,5 juta," katanya.

Sementara itu, tujuh pasangan yang dirazia terlihat shock sehingga ada yang pingsan. AD mengaku baru sekali melakukan perselingkuhan ini. "Memang nasib mas, seharusnya bulan Ramadhan ini saya isi dengan perbuatan bagus, malah saya berbuat seperti ini, mungkin ini teguran dari Allah," ungkapnya.

Rabu, 25 Juli 2012

Bentrok Dua Kelompok, Seorang Gadis Ditusuk Obeng

Seorang wanita muda terluka dalam bentrok antar kelompok pemuda di Kompleks Resosialisasi Argorejo, Kalibanteng Kulon, Semarang Barat, Senin (23/7) sekitar pukul 21.00. Bentrok di lokasi tersebut bubar setelah korban luka bertambah satu. Sekitar dua jam kemudian, bentrok susulan terjadi dan menewaskan Eko Alias Kodok (23).


Informasi yang dihimpun menyebutkan, pada Senin malam, Eko dan kawan - kawannya datang ke karaoke Queen di Kompleks Resosialisasi Argorejo atau lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kuning (SK) di Gang IV, Kalibanteng Kulon, Semarang Barat. Malam itu merupakan malam pertama Queen buka kembali setelah tutup pada awal Puasa.

Saat Eko tiba, suasana karaoke Queen sedang ramai oleh Bayu Dedi Gunawan alias Nekat (24) dan kelompoknya sedang menggelar pesta merayakan kembalinya Bayu ke tengah - tengah mereka. Sebelumnya, warga Jalan Jonggring Saloko, Krobokan, Semarang Barat, ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kedungpane, Semarang, karena terlibat kasus perampokan.

"Kedua kelompok dalam kondisi mabuk berat,' kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Elan Subilan, di Mapolrestabes, Selasa (24/7). Di tengah pesta, seorang perempuan dari kelompok Bayu bertengkar dengan Reni Yuliastanti (19), perempuan dari kelompok Eko. "Kedua perempuan itu saling jambak dan melempar gelas," kata Elan.

Bayu marah dan menusuk perut Reni dengan obeng. Reni tersungkur bersimbah darah. Kejadian itu menyulut tawuran antara kelompok Eko dan Bayu. Mereka saling kejar hingga keluar kompleks Sunan Kuning. Di dekat gapura masuk kompleks SK, kelompok Bayu menusuk, Alivando, anggota kelompok Eko. "Kemudian kedua kelompok berpencar dan tawuran bubar. Reni dan Alviando menderita luka parah dan dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi," kata Elan.

Menurut Elan, menjelang pukul 23.00 WIB, Eko menelepon Bayu dan menantang untuk melanjutkan duel. Sekitar pukul 23.00 WIB kelompok Eko dan kelompok Bayu bertemu di Jalan Siliwangi, tepatnya di tepi Sungai Banjirkanal Barat, bentrokan pun kembali terjadi.

Pada bentrok lanjutan itu, Eko berkali - kali terkena tusukan. Warga Jalan Mustokoweni Baru, Plombokan, Semarang ini pun tewas di lokasi kejadian. "Eko menderita luka tusukan di sekujur tubuhnya hingga meninggal dunia. Para pelaku kabur, namun dapat kami tengkap beberapa jam kemudian," ujar Elan.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan menambahkan, pihaknya menangkap tiga pelaku penganiayaan Eko. Mereka adalah Bayu Dedi Gunawan alias Nekat, Damar Pamungkas (20), warga Jalan Jodipati Barat, RT 06 RW 12 Krobokan, Semarang Barat. "Kami juga menyita sebilah pisau lipat, parang dan sebuah obeng," imbuh Pangaribuan.


Ketiga pelaku mengaku menganiaya korban karena ditantang duel. "Mereka yang menantang, kami hanya meladeni tantangan mereka saja," kata Bayu yang pernah mendekam di jeruji besi selama 9 bulan karena kasus perampokan.
 

DEWASA Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger