Warung Bebas

Rabu, 09 Mei 2012

Menekuni Usaha Bengkel Krom, Kian Berkilau

Meningkatnya penggemar sepeda motor modifikasi, yang saat ini jumlah komunitasnya besar membuat usaha krom laris manis dan kebanjiran order yang meningkat terus setiap tahun.


Seorang pemilik bengkel krom, Edi Darmanto (47) mengatakan, usaha yang dirintisnya sejak tahun 2008 itu mampu memberikan penghasilan yang cukup baginya dan keluarga. "Usaha krom saat ini memang sedang bagus, karena banyaknya kendaraan bermotor yang dimodifikasi. Peralatan yang menggunakan logam juga semakin banyak," jelasnya di tempat usahanya, Jalan Madukoro I No. 31, RT 01 RW 01, Kelurahan Krobokan, Semarang Barat, baru - baru ini.

Edi mengatakan, peluang mendapatkan pesanan krom untuk kendaraan bermotor semakin besar. Bahkan pesanan tidak hanya datang dari semarang, tetapi juga dari luar pulau jawa. "Pernah ada yang masuk dari Nusa Tenggara Timur mengirim motor untuk di krom, dan dari kota - kota lain. Tapi memang yang paling banyak dari Semarang," imbuhnya.

Proses dan biaya yang dikenakan kepada konsumen cukup bervariasai. Hal itu tergantung dari berapa banyaknya pekerjaan, tingkat kesulitan dan lamanya proses pengerjaan. "Kalau misalnya hanya baut, ya paling Rp. 1000 per buah. Sedangkan untuk motor, satu setnya termasuk knalpot, bisa sampai Rp 1,2 juta - Rp 1,5 juta per unit," ujarnya.

Bagi masyarakat yang hendak membuka bisnis itu, dirinya siap memberikan pengajaran mengenai pengelolaan usaha itu. Namun dia menekankan bagi siapapun yang hendak merintis usaha itu, dua hal utama yang harus dipersiapkan adalah modal dan mental. "Mengelola usaha ini, tidak bisa main - main begitu saja. Karena yang diputar ini duit dan modalnya tidak sedikit, minimal harus menyiapkan uang Rp 50 juta," jelas pria yang menggeluti usaha itu bersama anaknya.

Edi mengatakan, ketika mengawali usaha itu tidak bisa lantas mengeruk keuntungan besar. Pasalnya, usaha yang baru pertama kali hadir tentunya masih harus mencari pelanggan untuk memperkuat pasar. "Membuat usaha itu mudah asal ada modalnya, tapi kalau mentalnya tidak kuat sama saja usaha itu nggak akan lama. Butuh pengorbanan untuk setiap usaha," tuturnya.

Selasa, 08 Mei 2012

Anny Sudah Mantap Menjadi Penghibur

Memiliki saudari kembar yang parasnya mirip, sama - sama cantik dan sama berkecimpung di bidang entertainment bukan perkara mudah. Tak percaya? Coba saja tanya kepada seorang penyanyi sekaligus master of ceremony atau MC, Nurul Fitriani (27). Lajang yang akrab dipanggil Anny ini acap kali bingung ketika para tamu atau kliennya menyangka dirinya adalah saudari kembarnya Nurul Fitriana alias Anna.


"Sering kali saya tiba - tiba diajak ngobrol - ngalor ngidul oleh klien atau kolega yang tidak saya kenal. Belakangan saya baru tahu kalau ternyata kolega itu mengira saya adalah Anna, saudari kembar saya yang juga penyanyi dan MC," ujar gadis kelahiran 26 Agustus 1985 ini. Beberapa waktu lalu, Anny yang semasa kecilnya pernah bercita - cita menjadi dokter tersebut kini mengaku telah mantap menekuni profesi di dunia hiburan, menjadi penghibur.

Berbekal pengalamannya menyanyi di sejumlah kafe, Anny kini bahkan pernah dipercaya menjadi MC sekaligus penyanyi di Wisma Perdamaian. Rasa grogi pun acap kali menderanya saat ia harus tampil di depan sejumlah pejabat. "Saya pernah saking groginya salah menyebutkan nama salah seorang pejabat. Kesalahan itu saya ingat betul dan saya berjanji untuk diri sendiri tidak akan mengulanginya," ujar sarjana ekonomi lulusan STIE Dharmaputra ini.

Lebih jauh, Anny mengungkapkan, hobi menyanyinya ini mulai terlihat semasa menempuh pendidikan di SMA 8 Semarang. Namun pada saat itu, Anny tidak fokus berlatih menyanyi lantaran masih harus menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai seorang pelajar.

Anak pertama dari lima bersaudara pasangan Sudarno dan Riyani ini lantas menggeber bakat dan minatnya dalam menyanyi selulus STIE Dharmaputra. Saat itu, meski menyandang gelar sarjana ekonomi, Anny tidak ingin bekerja di sebuah instansi pemerintah, perusahaan atau kantor lain.

Pemilik ukuran sepatu 38 ini mengaku, tak terlampau betah jika harus dituntut untuk tampil resmi dengan bejibun aturan kantor. "Saya tahu kalau bekerja di bidang entertainment seperti menyanyi dan jadi MC akan terkendala oleh usia yang terus bertambah. Meski demikian, aku ingin menabung dan bila kelak nanti usia sudah tua maka aku ingin membuat sebuah usaha di bidang entertainment. Aku pikir itu sudah menjadi pilihan hidupku," ujar perempuan yang memiliki tinggi 153 cm dan berat badan kilogram ini.

Buku Antologi Puisi Berjudul 'Wajah'

Tuk kukatakan padamu jika perjumpaan itu tinggal cerita lalu sepanjang waktu, bayang - bayang menjadi kata tak kukatakan bahwa burung - burung itu kutitipkan sepasang mata dan dengan air mata, aku tulis kabar tentangmu tak kukatakan tentang janji yang masih dihati mengikis sebagian waktu, juga mimpiku tak kukatakan.


Begitulah cuplikan salah satu puisi yang terdapat dalam buku antologi puisi berjudul wajah. Buku antologi ini ditulis Ichsan Yuniato Nuansa Putra, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Sastra Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan beserta teman - temannya yang tergabung dalam teater JAB (Jaringan Anak Bahasa).

Wajah, judul buku antologi tersebut merupakan penggambaran dari wajah yang dihadirkan dalam puisi - puisi yang terdapat di dalam antologi puisi tersebut. "Judulnya wajah, karena merupakan kumpulan puisi. Setiap orang memiliki wajah dan puisi juga memaknai variasi wajah dari setiap penyairnya," terang Ichsan.

Buku antologi puisi ini awalnya dimaksudkan sebagai kenang - kenangan serta wadah mahasiswa lebih mengenal sastra terutama puisi, kemudian melihat minat terhadap buku antologi tersebut sangat banyak, akhirnya buku antologi tersebut dipasarkan dan sudah terjual sebanyak 200 eksemplar. Proses pengerjaan sendiri membutuhkan waktu dua bulan.

Dalam buku antologi puisi tersebut terdapat 156 puisi dan 12 syair musik puisi, ditulis mahasiswa JAB dan penyair tamu. Buku ini merupakan karya kedua, karena sebelumnya mereka sudah mengeluarkan buku antologi pusi berjudul Taman Mimpi Nawawasa.

Ichsan memaknakan puisi sebagai sesuatu yang indah serta melaluinya bisa lebih bebas mengungkapkan sesuatu. Kemudian puisi juga merupakan sesuatu yang murah dalam artian mudah untuk diciptakan. Selain menciptakan antologi puisi, Ichsan dan rekan - rekannya yang tergabung dalam teater JAB juga aktif dalam musikalisasi JAB.

Mereka mengaransemenkan naskah puisi menjadi sebuah syair musik puisi seperti Doa Sederhana, Sajak Tanpa Judul, Rimba, Aku Harus Pergi, Syair Leiser, Tanpa Balas, Matahari Membakar Wajahmu dan Khasidah Dari Negeri Hijau Mimpi. Semua syair - syair musik puisi tersebut bisa didapat di dalam buku antologi puisi wajah.

Meskipun terus berkarya bersama Teater JAB, Ichsan tetap mengutamakan masalah akademiknya. Nyatanya prestasi akademik Ichsan bersama teman - temannya tidak mengalami kemerosotan dan mereka terus berkarya.

"Kami akan terus berkarya, karena suatu karya merupakan sebuah sejarah, dan sejarah itu harus dilanjutkan jangan berhenti sampai disini saja. Manusia akan lebih dikenang apabila membuat suatu karya," tandas Ichsan.

Senin, 07 Mei 2012

Kisah Semut Kecil Di Negeri Safari

Di Negeri Safari hidup berbagai jenis binatang. Ada satu binatang yang merasa minder. Semut minder melihat gajah, tubuhnya sangat besar. Semut pun minder melihat jerapah, tubuhnya sangat tinggi.


Suatu hari turun hujan di Negeri Safari. Gajah dan jerapah kebingungan. Mereka sulit mendapatkan tempat berteduh. Gajah berlindung dibawah pohon, badannya yang besar tidak terlindungi.


Jerapah berlindung dibawah pohon juga. Tetapi, tubuhnya yang tinggi tidak terlindungi pula. Namun semut dengan mudah berlindung dibawah daun.


Akan tetapi hal itu masih tetap membuat semut kurang percaya diri. "Hujanlah yang membuat mereka kehujanan," katanya. Musim kemarau tiba, Negeri Safari mengalami kekeringan.


Gajah dan jerapah merasa susah. Mereka perlu banyak air untuk minum dan mandi. Semut hanya memerlukan setetes air, itupun sudah lebih dari cukup.

Lama - kelamaan air di Negeri Safari habis. Negeri itu pun kering kerontang. Semut kasihan pada teman - temannya yang kesulitan air kemudian ia masuk kedalam tanah.


Setelah berusaha keras, semut menemukan sumber air. Letaknya di dalam tanah, tak jauh dari permukaan. Penemuan semut itu sangat menggembirakan para binatang. Semua berterima kasih kepada semut.


Semua binatang menggali sumber air itu bersama - sama. Akhirnya mereka gembira karena berhasil mendapatkan air kembali. Semua itu berkat jasa semut.

Sabtu, 05 Mei 2012

Sensasi Ketika Mengendarai Motor Antik

Sehari - hari, penampilan Budi Santoso tidak berbeda dari pekerja kantor lainnya. Namun jika bertemu dengannya di akhir minggu, karyawan swasta sebuah perusahaan di Jakarta ini akan berubah menjadi layaknya Lorenzo Lamas di serial tahun 90-an, Renegade.


Kemeja kantor Budi akan berganti dengan jaket kulit dan sepatu pantofelnya berganti dengan sepatu bot. Yang paling utama, Budi akan meninggalkan mobilnya di garasi untuk menunggangi motor Harley Davidson 900 cc tahun 1972. Di waktu lain, Budi juga akan melaju dengan motor Birmingham Small Arms Company (BSA) tahun 1951 atau BSA tahun 1948. Pria berusia 37 tahun ini memang seorang pehobi motor besar antik.

"Saya tertarik pada motor antik itu pas sejak SMA. Waktu itu lihat di jalan dan mengendarai terlihat gagah," ujar Budi, kamis (3/5) di Jakarta.

Sejak itu, pria kelahiran Depok, Jawa Barat, ini pun mulai mengenal motor antik lebih dalam. Baginya, paduan rangka badan motor yang besar , lampu unik dan sadel yang mantap jauh lebih menarik daripada sepeda motor masa kini yang cenderung lancip dan minimalis. Posisi porsneling yang berada di sebelah kanan dan rem berada di sebelah kiri, atau berkebalikan dengan motor masa kini, juga dinilai Budi sebagai daya tarik.

Setelah mampu memiliki motor antik pada 1998, Budi pun merasakan sensasi tersendiri yang tak bisa ia dapatkan saat mengendarai motor biasa. "Kita naik motor antik itu jadi artis jalanan. Kan banyak yang ngelirik," ujarnya terkekeh.

Namun, daya tarik motor antik bukan sebatas penampilan. Umar Iskandar, salah seorang pehobi motor antik, berpendapat motor - motor tersebut juga unggul dalam kualitas. "Motor - motor yang diproduksi pada 1950-an itu blok - bloknya masih terbuat dari besi," ungkap pria yang akrab disapa Umeng ini. "Makanya untuk jarak jauh, ke luar kota misalnya, itu (motor antik) enak banget," tambahnya.

Umeng memulai hobi motor antik pada 1984. Di rumahnya kini terdapat BSA 500 cc tahun 1948 dan Sportster 900 cc tahun 1957. Pria 40 tahun itu juga pernah memiliki BSA 500 cc tahun 1942.

Seperti kebanyakan hobi otomotif lawas lainnya, hobi motor antik ini juga cukup menguras kocek. Dana yang harus disiapkan tidak hanya untuk membeli tapi juga untuk membuat motor itu bisa berjalan lagi. Dengan usia yang tua dan onderdil yang susah didapat, banyak dari motor ini dijual dalam keadaan mati.

Budi mengatakan, untuk mendapatkan Harley Davidson 1972, ia harus merogoh kocek Rp 40 juta. Ia lalu harus mengeluarkan Rp 20 juta lagi untuk 'menghidupkan' motor itu. Dua motor BSA yang dimiliki Budi juga dibeli dalam keadaan mati. Salah satu motor itu belum dapat ditunggangi hingga kini.

Di kalangan pehobi motor antik, motor merek BSA memang dikenal cukup sulit untuk bisa dikendarai lagi. Berbeda dengan Harley Davidson, onderdil motor BSA sudah tidak diproduksi lagi. Untuk mendapatkan onderdil bekas pun tidak mudah. Pehobi seperti Budi dan Umeng beberapa kali harus memesan onderdil hingga ke Australia dan Selandia Baru.

Jika onderdil tetap susah didapat, tidak ada pilihan lain selain menunggu. Namun bagi Budi, hobi motor antik tidak mesti harus dengan berkendara. Ketua Motor Antique Club Indonesia (MACI) Depok ini mengaku bisa menghabiskan waktu lama hanya untuk memandangi dan mengelus - elus motor tuanya. Rasa penat terhadap pekerjaan pun dikatakan bisa hilang hanya dengan 'menengok' motornya.

Tak menherankan, saking menggemari kesukannya itu, ia sempat ditegur sang istri. "Kalau hobi motor tua ini sampai istri iri karena merasa diduain," aku Budi tertawa lepas. Namun belakangan, Budi mengaku sang istri mendukung penuh hobinya.

Terlebih Budi juge memberi pengertian kepada keluarganya bahwa hobi itu bukan sekedar menghambur - hamburkan uang untuk kendaraan. Nilai historis yang ada pada motor antik membuatnya ikut melestarikan sejarah.

Game Ponsel: 1000 Candi Untuk Roro Jonggrang

Alkisah kesatria Bandung Bondowoso jatuh hati kepada Roro Jonggrang. Padahal Roro sangat membenci Bondowoso karena telah membunuh sang ayah. Namun, wanita cantik itu juga tidak berani menolak Bondowoso karena tahu kekuatannya yang begitu besar. Akhirnya, Roro menantang Bondowoso untuk membuat 1000 candi dalam satu malam.


Legenda Roro Jonggrang itu digunakan Eldwin Viriya dan adiknya, jevyn Viriya, sebagai tema untuk permainan 1000 Temples for Roro, bagi pengguna smartphone dengan platform S40. Disitu pemain ditantang untuk membuat candi dengan batu yang telah disediakan, dalam waktu sesingkat mungkin.

Misal, menyusun sembilan batu dengan sempurna dalam waktu 30 detik. Untuk menambah sensasi tantangan, 1000 temples tersedia dalam beberapa tingkat kesulitan permainan. "Untuk demo sudah ada 12 level. Tapi kita rencana bikin 100 level," cerita Eldwin.

Permainan berlatar legenda prambanan lengkap dengan figur Roro dan Bondowoso itu merupakan satu dari 10 karya anak Indonesia yang lolos dalam Nokia Asha Apps Challenge, yang berlangsung April lalu. Dalam kompetisi tersebut, peserta ditantang untuk menghasilkan permainan bertema Indonesia, yang sarat budaya lokal.

Karena itu, selain cerita rakyat, hadir juga game yang mengambil tema konversi alam, lingkungan, hingga permainan seperti layang - layang. Tak hanya itu, pengembang telepon seluler asal Finlandia ini juga menggandeng Rovio, pengembang game nomor satu di dunia, Angry Birds. "Waktu seminar bersama Rovio, kami ditantang untuk bisa melahirkan the next Angry Birds di Indonesia," cerita Eldwin.

Diakui, potensi game lokal sangatlah besar. Selain disukai pengguna, dunia game di Indonesia sudah digandrungi para pembuat game lokal meski sebagian besar bersifat individual. Menurut Narendra Wicaksana, Nokia Developer Manager South East Asia, pengembang lokal yang mengeluarkan game - game bagi Nokia, memiliki potensi besar menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Pasalnya, perbulan saja, sebanyak 10 juta pengguna yang mengunduh aplikasi Nokia Store berasal dari pengguna Nokia Indonesia. Untuk mempertahankan eksistensi, Nokia mengadakan berbagai kompetisi game baru setiap bulannya. Salah satunya kompetisi Nokia Asha Apps Challenge, yang diperuntukkan game - game Nokia Asha 300 dan 303.

Terinspirasi oleh game fenomenal Angry Birds, kompetisi game Nokia itu diharapkan dapat memicu semangat bagi para pengembang game lokal untuk membuat game yang mampu menggebrak para pecinta game mobile Nokia.

Yang juga istimewa, game - game Nokia pun menyentuh banyak kalangan, mulai pengguna Nokia biasa hingga versi terbaru. Nokia Asha 300 dan 303 sendiri memiliki base yang besar di Indonesia, yang bisa dijadikan peluang bagi developer lokal.

Berbagai kompetisi tentu membuka pintu bagi pengembang game lokal untuk menuangkan ide - idenya. "Adalah hal logis untuk mendukung dan memupuk industri software lokal di Indonesia agar dapat go international dan menciptakan berbagai peluang bisnis yang sempurna," terang President Director Nokia Indonesia, Marthin Chirotarrab.

Bahkan, ia menambahkan, masyarakat juga akan terus dilibatkan dalam penciptaan game dan aplikasi telepon seluler sesuai dengan permintaan para pengguna. Dalam tantangan tersebut, pengguna bisa menuangkan keinginan mereka di halaman Facebook Nokia Indonesia untuk aplikasi yang diinginkan, baik aplikasi hiburan maupun jejaring sosial.

Dari situ, pengembang aplikasi kembali ditantang menghasilkan game dan aplikasi yang bisa memenuhi keinginan konsumen. "Tidak hanya membangun ekosistem pengembang aplikasi, tetapi juga memupuk dan membimbing mereka untuk menjadi entrepreneur generasi berikutnya," tambah Director of Developer & Platform Group Evangelism Microsoft Indonesia, Risman Adnan. [Download 1000 Temples for Roro disini]

Jumat, 04 Mei 2012

Kamera Ponsel Menangkap Penampakan Genderuwo

Malam kemarin, sekitar jam setengah dua belas Unggul Priambodo (43), lelaki yang hampir menginjak usia paruh baya ini tidak sengaja menangkap gambar penampakan lelembut dengan jenis genderuwo. Aksi yang dilakukannya ini bukan hal yang di sengaja.


Kala itu, di tempat yang ia tinggali yaitu Kompleks Perumahan Palebon Indah, Desa Kebonharjo, Kabupaten Kendal, melakukan renovasi penerangan di seluruh sisi jalan kampung tersebut. Setelah perbaikan penerangan jalan kampung tersebut selesai, Unggul Priambodo berniat memotret dan mengabadikan susana jalan yang sudah semakin baik menurutnya.

Iseng -iseng jeprat - jepret, tidak sadar ternyata salah satu fotonya menangkap gambar yang dinilai baginya tidak wajar. "Saya memotret tiga kali di tempat yang sama, durasi jarak antara ketiga pemotretan yang saya lakukan melalui HP tersebut cuma beberapa detik saja, anehnya, foto pertama memunculkan penampakan itu, semantara foto kedua dan ketiga tidak?," ungkapnya merasa heran.

Penampakan tersebut dikatakannya hanya melalui media foto yang didapatkannya. Waktu memotret Unggul Priambodo mengaku tidak melihat genderuwo tersebut melalui mata t3l4nj4ng. Karena penasaran, Unggul Priambodo pun mencoba membawa hasil foto yang ia dapatkan itu ke seorang paranormal / orang pintar. "Orang pintar itu mengatakan kalau yang ada di dalam foto tersebut merupakan asli penampakan genderuwo," ungkapnya.


Peristiwa ini sempat membuat warga setempat geger. Namun kembali ke orang - orang yang menilainya. Banyak diantara mereka yang merasa antara percaya dan tidak percaya. Percaya atau tidak, yang pasti dunia gaib itu selalu berjalan beriringan bersama kita.
 

DEWASA Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger