Warung Bebas

Sabtu, 14 April 2012

Belalang Goreng, Makanan Lezat & Bergizi Tinggi

Hidangan unik, tapi lezat dan bergizi tinggi, yaitu belalang goreng, masih saja menjadi makanan kegemaran penduduk Semanu, Gunung Kidul. Barangkali, kegemaran mengkonsumsi belalang goreng itu diawali sejak daerah berbatu kapur di era tahun 60-an itu dicap sebagai daerah miskin. Pada era itu, menurut Sukisman (64), seorang petani yang tinggal di desa Njelog, belalang digunakan sebagai penganan pengganti lauk. "Kalau makan tiwul (makanan pengganti beras dari gaplek) ndak punya lauk berburu ke hutan, cari belalang terus dikropok. Rasanya gurih, nglawuhi," ujar Sukisman seraya tersenyum.


Menurut pengakuan para penjaja belalang mentah di pinggir jalan raya Semanu - Wonosari, penghasilan berjualan hanya cukup untuk menopang beban keluarga sehari - hari. Kalau lagi apes, ujar Mugiyanto (43), berjualan sepanjang hari hanya bisa membawa pulang sekitar Rp 15.000. Padahal untuk menutup kebutuhan hidup sehari - hari, ia harus merogoh kocek minimal Rp 25.000. "Selain untuk membeli keperluan makan sehari - hari, juga untuk beli bensin, kulakan (beli belalang dari pengepul) dan jajan anak sekolah," katanya.


Mugiyanto menyatakan, adakalanya penghasilan jualan belalang dapat menutup kebutuhan makan sehari - hari keluarganya. Tetapi bila musim paceklik belalang, Mugiyanto harus berpikir keras mencari tambahan agar asap dapur tetap terjaga. Tidak mengherankan jika Mugiyanto dan teman - teman seprofesinya acap berburu belalang ke desa - desa tetangga yang jauh dari tempat tinggalnya.

"Tidak sulit menangkapnya, berbekal jaring dan genther (bilah kayu panjang). Berburu belalang sering saya lakukan sampai ke hutan dekat pantai selatan bersama tetangga sedesa berboncengan, biar ngirit," ujarnya.

Kosakata ngirit dalam istilah ekonomi sebenarnya merupakan kata kunci pertahanan biduk rumah tangga. Kata itu pulalah yang menjadikan Mugiyanto dan teman seprofesi pemburu maupun penjual belalang mampu mensiasati gersangnya wilayah perbukitan kapur Gunung Kidul dengan mengandalkan belalang.

Baginya, berjualan belalang tidak memerlukan kepiawian bernegoisasi dengan pemilik modal. Bahkan, ia juga tidak perlu repot - repot menyodorkan proposal pembiayaan ke bank yang perlu agunan. Mugiyanto cukup menyisihkan sekitar Rp 100.000 untuk modal berburu belalang segar di berbagai desa di sekitar Kabupaten Wonosari. Dengan modal kecil itulah Mugiyanto dan para pemburu belalang mengadu peruntungan.

Rusmandi (43), warga Desa Playen, mengaku tetap berusaha mencari belalang goreng, meski telah lama hijrah ke Jakarta. "Kalau sudah tidak tahan pengin makan belalang goreng, kadang minta dikirimin yang sudah jadi dalam kemasan. Coba saja, enak kok," katanya.

Jumat, 13 April 2012

Mengenai Robert Doisneau Sang Fotografer Perancis

Robert Doisneau adalah seorang seniman fotografi asal Perancis. Beliau memiliki keunikan tersendiri dalam menampilkan karya - karya seni fotografi yang dibuatnya. Hal itulah yang membuat Robert Doisneau menjadi terkenal.


Apakah keunikan yang dimiliki fotografer yang satu ini? Robert Doisneau menampilkan gambaran sederhana namun memiliki sejuta makna yang ada dalam kehidupan sehari - hari pada seorang manusia.

Seperti mengabadikan momen suasana yang terjadi di jalan raya maupun kejadian sehari - hari yang terkadang terasa lucu dan sayang apabila tidak diabadikan dalam sebuah kenangan berupa gambar atau foto.

Salah satu hasil karya fotografer yang satu ini adalah sebuah adegan sepasang kekasih yang sedang berciuman di tengah hiruk pikuknya sebuah jalan raya di Perancis (lihat gambar diatas).

Pada akhir tahun 1920 Doisneau mendapat pekerjaan sebagai juru gambar (artis huruf) di industri periklanan di Atelier Ullmann (Ullmann Studio), sebuah grafis kreatif studio yang khusus dalam industri farmasi . Di sini ia mengambil kesempatan untuk mengubah karir dengan juga bertindak sebagai asisten kamera di studio dan kemudian menjadi staf fotografer.

Beberapa foto-foto Doisneau paling berkesan diambil setelah perang. Ia kembali ke fotografi freelance dan menjual foto - fotonya untuk bertahan hidup kepada majalah internasional dan lain - lainnya. Dia hanya sebentar bergabung dengan Badan Foto Aliansi namun kemudian bergabung dengan badan Rapho pada tahun 1946 dan tetap bersama mereka sepanjang hidupnya bekerja, meskipun menerima undangan dari Henri Cartier-Bresson untuk bergabung Magnum Photos.


Pada tahun 1936 Doisneau menikah Pierrette Chaumaison, siapa dia? mereka bertemu pada 1934 ketika dia bersepeda melalui sebuah desa dimana ia sedang berlibur. Mereka memiliki dua anak perempuan, Annette (1942) dan Francine (1947). Annette bekerja sebagai asistennya dari tahun 1979 sampai kematiannya.

Beradu Kecepatan Mobil Mainan Rakitan

Lomba balap mobil mainan rakitan bertipe analog bertajuk Line Follower Robo Competition (LFRC) yang digelar di Universitas Kristen Satya Wacana, Selasa (10/4), sungguh menarik. Meski barangkali berlebihan, namun lomba itu seakan melemparkan ingatan kepada film animasi Jepang Tamiya Lets and Go.


Pada pertengahan 1990-an, kartun yang mengetengahkan jagoan mobil mainan bernama Dash Yonkuro, membius anak - anak yang menontonnya lewat tayangan salah satu stasiun televisi swasta. Menggunakan tongkat, Yonkuro Hinomaru bersama anak - anak lainnya mengarahkan mobil mereka berlomba ke garis finish.

Berlebihan memang membandingkan mobil - mobil mainan tamiya dalam film itu dengan mobil mainan di LRFC. Tapi bukankah banyak hal di dunia ini dari sesuatu yang dianggap berlebihan, tidak mungkin. Apalagi subtema dalam lomba tersebut ialah first step to a bright future.

LRFC merupakan perlombaan untuk tingkat SMA atau sederajat dari Jateng - Yogyakarta. Sebanyak 22 tim dari enam sekolah mengikuti ajang tersebut. Setiap tim terdiri dari dua siswa yang merakit mobil mainan.

Babak penyisihan ke-22 mobil berusaha meraih waktu terbaik untuk lolos di 16 besar, diadu satu lawan satu hingga akhirnya satu tim menjadi juara. Di akhir lomba, tim Jarjit 28 dari SMK Negeri 3 Yogyakarta menempati peringkat pertama.

Mobil mainan rakitan yang berkompetisi diwajibkan mengikuti lintasan berkelok dan berbagai rintangan yang disiapkan. Mobil tersebut akan melaju dengan dipandu sensor di bagian bawah untuk mengikuti lintasan dari lakban hitam.

Dua lintasan akan saling bersilangan tepat di bagian tengah. Ini merupakan tantangan agar mobil rakitan tidak salah jalur menyusuri lintasan musuh. Berapa lama mereka mempersiapkan, merakit dan menyempurnakan mobil yang akan dilombakan? "Kami buat mobil robot ini selama tiga minggu," tutur Aji Setiawan, guru pembimbing SMK Pelita Buana, Sewon, Bantul.

Dikatakan, mobil mainan rakitan atau robot itu, mulai dari desain, hingga pembuatannya dilakukan oleh siswa. Dirinya hanya mengarahkan bila ada kesulitan dalam proses tersebut. Para siswa yang merakit mobil mainan robot tersebut, adalah mereka yang mengikuti ekstra kurikuler elektronik teknik digital. "Sekarang di Yogyakarta, ekstra kurikuler robotika semacam ini sedang menjadi tren,".

Aris Setiawan, dari tim The Black Cat yang menempati peringkat ketiga mengatakan, kegiatan merakit mobil robot merupakan hobi yang menyenangkan. "Modalnya itu harus senang," tuturnya.

Wikan Dyah Palupi mahasiwa FTEK yang juga ketua panitia menyatakan, kontes diadakan untuk memasyarakatkan robot di kalangan siswa SMA dan SMK. Sedangkan line follower dipilih karena pembuatannya yang tidak membutuhkan biaya besar.

Pukuli Siswa, Guru Dihajar Warga

Seorang oknum guru (Drs Sugeng Joko Siswoyo) di TP SMK YP Delanggu terbukti melakukan tindakan kekerasan yang tidak wajar kepada salah seorang siswa atau anak didiknya yang bernama Dani Puspito Aji (16). Akibat perbuatannya, korban yang kini duduk di bangku kelas 1 (X) tersebut mengalami luka yang cukup serius pada salah satu matanya.


Beberapa warga yang geram dan tidak terima atas perbuatan Sugeng tidak tinggal diam, mereka mencari Sugeng dan kemudian menghajarnya. Sugeng mengalami luka pada bagian dahinya, kemungkinan karena pukulan dari salah seorang warga.

Peristiwa itu bermula ketika Dani Puspito Aji (16) tidak mengikuti materi praktek komputer, alasannya cukup masuk akal, ruang praktek saat itu penuh dan Dani Puspito Aji (16) tidak mendapatkan tempat sehingga dia memutuskan untuk kembali ke kelasnya. Di waktu yang sama, Dani Puspito Aji (16) yang ketika sejak dari rumahnya sudah tidak enak badan memilih untuk tidur di kelas sembari beristirahat.

"Sejak dari tadi pagi mata Dani mengeluarkan air terus, sepertinya dia sedang tidak sehat," ungkap beberapa temannya.

Ketika Dani sedang tidur itulah, sang guru, Drs Sugeng Joko Siswoyo datang menegur Dani, tanpa basa - basi guru tersebut langsung menyerangnya dengan memukulkan 2 buah buku absen siswa ke mukanya. Setelah mendapatkan pukulan tersebut, Dani mengaku tidak dapat melihat dan merasa sangat pusing.

Mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan, teman - teman serta beberapa guru lain membawanya ke Puskesmas Delanggu, namun puskesmas tersebut menyarankan agar Dani dirujuk ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu mengingat lukanya yang cukup parah.

Dani mengatakan bahwa dirinya tidak pernah memiliki masalah dengan guru tersebut sebelumnya. Orang tua korban merasa sakit hati atas kejadian yang menimpa anak kesayangan mereka ini, "Kami sekolahkan Dani disana bukan untuk dipukuli," ujar mereka.

Pihak sekolah sekarang sedang mencoba melakukan mediasi kepada keluarga korban mengenai kasus ini dan berjanji akan menanggung biaya pengobatan seluruhnya.

Kamis, 12 April 2012

Tewas Tersengat Listrik Di Kandang Ayam

Kematian akan menghampiri seseorang tanpa diundang, tetapi kematian pasti menghampiri semua orang dan tak akan ada yang dapat menghindarinya, meski menurut kita, terkadang kematian datang disaat yang tidak tepat.


Seperti yang dialami seorang pedagang jamu yang bernama Ratmi (46) warga Semin Wetan RT 03 RW 02 Desa Purworejo Kecamatan / Kabupaten Wonogiri. Dia meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat mematikan lampu penerang kandang / kurungan anak ayam di belakang rumahnya Senin (14/4) sekira pukul 06.00 WIB. Korban tersengat listrik pada tangannya.

Kerabat keluarganya, Larman mengemukakan bahwa korban pada saat itu berusaha mematikan lampu (bohlam) yang ada di dalam kandang anak ayam. Karena tidak ada saklarnya, cara mematikannya dengan cara memutar mengendurkan lampunya dari viting.

Diduga tangan korban dalam keadaan basah, sehingga memudahkan aliran listrik menyengat tangannya. Korban meninggal dunia di tempat kejadian. "Korban sebelumnya menyiapkan botol untuk berjualan jamu, lalu cuci tangan, kemudian mematikan lampu," ujar saksi.

Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika melalui Kasubag Humas Polres Wonogiri AKP Supriyadi mengemukakan, kejadian tersebut sudah ditangani oleh SPK Polres Wonogiri. "Positif meninggal karena Kesetrum listrik," katanya.

Setelah diperiksa oleh tim medis disaksikan polisi, jenazah akhirnya disemayamkan di rumah duka. Tampak ratusan orang silih berganti melayat, menyalami dan sebagian lainnya menyolatkan. Ratmi meninggalkan dua anak dan seorang suami, bernama Sugeng (46) petani. Jenazah dikebumikan di pemakaman setempat.

Gadis SMP Diperkosa 2 Orang Dalam Semalam

Dua orang pemuda dibekuk Polres Boyolali, karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap gadis dibawah umur. Mereka diduga telah mencabuli seorang siswi SMP berinisial Yt (14). Perbuatan bejat itu dilakukan di kamar mandi di dua sekolah yang berbeda. Kapolres Boyolali AKBP Hastho Raharjo melalui Kasubag Humas AKP Margono mengatakan, kedua tersangka yakni YW (20) warga Jemowo, Musuk dan WG (20) warga Keposong, Musuk.


Kronologi kejadian:

1. Tersangka YW menghubungi korban melalui sms atau pesan singkat di handphone.
2. Tersangka YW, mengajak korban untuk jalan - jalan.
3. Korban diajak ke WC sebuah SMP di wilayah Desa Karanganyar. Tersangka YW mencabuli korban dan kemudian meninggalkan korban.
4. Korban menghubungi tersangka WG serta meminta untuk dijemput.
5. Tersangka WG pun berangkat dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio, untuk menjemput.
6. Tersangka WG mengajak mampir dulu di sebuah SD di Keposong. Kemudian korban dicabuli.

Perbuatan tak senonoh itu dilakukan kedua tersangka di hari yang sama, yakni pada senin (2/4) malam lalu, di dua sekolah berbeda di Kecamatan Musuk. Hanya waktunya yang berbeda. Namun diantara kedua tersangka ini juga mengaku tidak saling kenal. Tersangka YW berhasil dibekuk dirumahnya, Rabu (11/4).

"Kedua tersangka kini masih dimintai keterangannya oleh penyidik unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Boyolali," ujar AKP Margono, Rabu (11/4). Peristiwa tersebut bermula ketika pada senin (2/4) sore, tersangka YW menghubungi korban melalui sms ke HP korban. Tersangka YW mengajak korban untuk jalan - jalan.

Lalu, korban yang juga warga Kecamatan Musuk ini datang menemui tersangka YW, di sebuah tempat. Mereka berdua lalu jalan - jalan dengan berboncengan mengendarai sepeda motor milik tersangka. Hingga sekitar pukul 18.30, korban diajak mampir ke sebuah SMP di wilayah Desa Karanganyar, Musuk.

Di WC atau kamar mandi SMP itulah, tersangka YW mencabuli korban. Korban dipaksa diajak berhubungan 1nt1m. Setelah puas melampiaskan n4f5unya, tersangka mengajak korban jalan - jalan lagi hingga sampai di pasar Kayu Manis, Jatinom, Klaten. Di pasar itulah, korban diturunkan dan ditinggalkan tersangka YW.

Karena sudah malam dan tidak ada angkutan, akhirnya korban menghubungi tersangka WG serta meminta untuk dijemput, WG pun berangkat dengan naik sepeda motor Mio untuk menjemput korban.

Hanya saja, siswi SMP itu tidak langsung diantar pulang. Tetapi oleh tersangka WG diajak mampir dulu di sebuah SD yang ada di Keposong, sekitar pukul 24.00. Di kamar mandi sekolah tersebut, korban giliran dicabuli oleh tersangka WG.

Korban kemudian diajak menginap di mushola sekolah itu karena hari telah larut malam. Baru sekitar pukul 06.00 keesokan harinya, korban diantar ke desanya. Tetapi tidak ke rumah korban, melainkan dititipkan di rumah salah seorang kenalan tersangka WG.

Atas kejadian itu, korban kemudian menceritakan kepada orang tuanya. Tidak terima perilaku terhadap anaknya, orang tua korban kemudian langsung mengadukan kasus tersebut ke Polres Boyolali. "Setelah mendapat laporan, kami langsung bertindak melakukan penyelidikan," kata Margono.

Kedua tersangka akhirnya berhasil ditangkap. Tersangka WG dibekuk petugas beberapa hari lalu. Sedangkan YW ditangkap petugas Rabu (11/4). Kasubag Humas mengatakan, atas perbuatannya itu tersangka dijerat pasal 81 UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Rabu, 11 April 2012

Masih Menjadi Bayang - Bayang Ketidakpastian

Harga BBM yang tadinya akan dinaikkan pada tanggal 1 April, mengalami penundaan. Meskipun ditunda kenaikannya, namun tidak sedikit penjual yang menaikkan harga barang - barang atas inisiatif sendiri. Prof Dr Insukindro MA, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, berpendapat bahwa kenaikan ini lebih disebabkan karena faktor psikologis masyarakat.


Tadinya masyarakat beranggapan kalau tanggal 1 April harga - harga akan meningkat, sedangkan penghasilan mereka tetap. Ternyata pada tanggal tersebut BBM tidak jadi naik. Setelah tanggal 1 April, harga tidak turun karena ketakutan masyarakat akan ketidakpastian yang akan datang. "Logikanya seharusnya turun tapi yang terjadi justru sebaliknya", katanya.

Dampak penundaan BBM hanya terjadi pada lingkup mikro saja, sedangkan pada lingkup makro penundaan tersebut tidak membawa dampak yang berarti. "Saya kira penundaan BBM ini tidak menimbulkan masalah pada tingkat makro. Dampaknya hanya terjadi di mikro saja," ungkapnya.

Menurutnya, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penerimaan APBN selain menaikkan harga BBM. Salah satunya ialah penghematan biaya transaksi atas kegiatan - kegiatan pemerintah. Jika biaya transaksi bisa diminimalkan, hal ini akan menambah penerimaan yang tidak sedikit untuk APBN. "Misalnya saja, untuk perjalanan - perjalanan dinas, tiket pesawatnya tidak usah yang VIP, tapi yang dibawahnya. Lalu untuk tempat penginapan juga yang standar - standar saja."

"Dulu Indonesia memang menjadi eksportir minyak karena produksi minyak kita tinggi, sedangkan konsumsinya rendah. Sekarang menjadi importir karena produksi minyak kita rendah dan konsumsinya meningkat," ungkapnya. Dia juga menambahkan bahwa kualitas minyak Indonesia cukup baik. Minyak yang baik ini diekspor lalu minyak yang diimpor adalah minyak yang kualitasnya lebih rendah dari minyak Indonesia.

Insukindro berpendapat, keputusan apapun yang diambil pemerintah, komunikasi sangat diperlukan. Pemerintah boleh saja menaikkan BBM asalkan ada kejelasan informasi mengenai alasan - alasan yang dilontarkan. Komunikasi memang tidak efisien, banyak biaya yang harus dikeluarkan, tapi itu harus dilakukan agar masyarakat tidak menduga - duga dan berada dalam kondisi ketidakpastian.

Selain itu, menurut dia, penyebab kemiskinan yang paling pokok di Indonesia yang perlu menjadi perhatian pemerintah ialah lapangan kerja, kesempatan usaha dan pemerataan. Kemiskinan di desa terjadi karena ketidakmerataan pembangunan. Pemerintah terlalu fokus pada pembangunan infrastruktur di kota saja tapi tidak memperhatikan pembangunan infrastruksur di desa.
 

DEWASA Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger