Warung Bebas

Jumat, 06 Juli 2012

Kepala Dibacok Karena Persoalan Harga Diri

Cemburu buta, seorang pria asal Dukuh Tegalmas Prawatan Jogonalan Klaten, Sugeng Lestari (24), tega mengeroyok dan membacok Sulaiman (27) warga Malang Jawa Timur. Akibat sabetan sabit tersebut, Sulaiman yang berprofesi sebagai mandor bangunan mengalami luka cukup parah di bagian kepala.


Sementara Sugeng dan dua orang temannya yang terlibat dalam penganiayaan, Agus Sutopo (25) dan Sugiarto (26), Sudah ditahan di Polres Klaten untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Sulaiman memanggil istri saya dengan sebutan sayang. Saya cemburu, ini soal harga diri," ujar Sugeng dihadapan penyidik.

Sugeng menambahkan, pengeroyokan yang dilakukannya bermula ketika istrinya, Ita Wahyuningsih (22), yang berjualan pulsa mendapat sms dari Sulaiman. Dalam sms tersebut, Sulaiman meminta dikirim pulsa. Akan tetapi, dalam tulisan pembelian pulsa tersebut terdapat embel - embel kata sayang. Mengetahui hal tersebut, Sugeng kemudian mendatangi Sulaiman di rumah kontrakannya yang ada di Dukuh Karangasem Kemudo Prambanan. Akan tetapi, niatnya untuk menyelesaikan masalah itu baik - baik malah ditanggapi emosi oleh Sulaiman.

"Niat saya ingin menyelesaikan masalah itu dengan kepala dingin, namun saya malah diajak duel dengan pedang. Daripada berakhir tidak baik, saya langsung pulang," imbuh Sugeng. Malam harinya, sekitar pukul 02.00 dini hari, Sugeng dan dua orang rekannya yang dalam keadaan mabuk kembali mendatangi Sulaiman yang tengah tidur. Tanpa banyak bicara, Sugeng langsung menyeret Sulaiman keluar dari kamar dan mengeroyoknya. Saking emosinya, Sugeng juga membacok kepala Sulaiman dengan sabit yang telah dibawanya.

Puas mengeroyok Sulaiman, ketiga pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi. Sementara Sulaiman yang mengalami luka pada bagian kepala, langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Sulaiman mendapat beberapa jahitan di kepalanya. Karena tidak terima dengan perlakuan tersebut, keluarga Sulaiman sengaja datang dari Jawa Timur untuk melaporkan hal itu ke Polsek Prambanan Klaten.

"Kami tidak terima, makanya kami kesini untuk meminta keadilan," kata kakak korban, Elisabeth. Kapolsek Prambanan AKP I Made Ray Ardana mengatakan, ketiga tersangka sudah diperiksa dan sudah ditahan. "Dalam kasus tersebut, ketiga tersangka kami jerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Adapun ancaman hukumannya adalah 6 tahun kurungan penjara," papar AKP Ardana.

Kamis, 05 Juli 2012

Arwah Tanpa Kepala Bergentayangan di Makam Boom Lama

Letaknya yang dekat dengan pemukiman penduduk, seolah tak menyiratkan adanya keangkeran di areal kuburan ini. Begitupun dengan kondisi makam yang gersang, beda dengan kebanyakan makam lain yang adem penuh pepohonan.


Wajar memang, jika terlihat gersang. Pasalnya, makam Boom Lama ini berada persis di sisi Kali Semarang, yang airnya sering meluap karena rob dan terasa sangat kering saat kemarau. Namun dibalik itu semua, tersimpan misteri mendalam yang tak banyak orang tahu, bahkan penduduk sekitarnya. Pasalnya, rata - rata dari mereka adalah pendatang yang baru menetap dalam hitungan belasan tahun.

Tanah rawa - rawa di sisi kali, dimanfaatkan sebagai hunian, sementara di bagian ujungnya adalah makam Boom Lama ini. Namun demikian, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, makam ini kini justru berada di tengah pemukiman. Namun di tengah itu, tersimpan cerita yang cukup membuat bulu kuduk merinding. Beberapa puluh tahun lalu saat pemukiman tak sepadat ini, saat penduduk tak sebanyak sekarang, konon masih sering bergentayangan arwah tanpa kepala.

Arwah itu berjalan dari pekuburan hingga ke arah barat menuju kawasan Tanah Mas. Entah apa yang ia cari karena arah berjalannya selalu sama. "Kabarnya, ia mencari penggalan kepalanya yang dibuang di Kali Mas, sehingga arahnya selalu ke barat," ungkap Enrico (29) salah satu pemuda yang gemar beruji nyali.

Diakuinya, ia mendengar kisah hantu berjalan tanpa kepala ini dari kakeknya saat ia kecil. Dan saat menjelang d3w4s4, ia mencoba membuktikan cerita misteri ini namun tidak membuahkan hasil. Dikisahkan, pemuda yang kini menjadi staf PNS Disperindag Jateng ini, ia bersama dengan beberapa rekan sengaja nyanggong di malam Jumat Kliwon. Namun ditunggu hingga pukul 03.00 WIB, penampakan tersebut tak jua muncul.

LOKASI MAKAM BOOM LAMA
"Memang sempat ada angin berdesir yang membuat bulu kuduk merinding saat kami menunggu dibawah gapura Tanah Mas yang memang masih cukup sepi saat itu. Namun tak satupun penampakan yang ada. Semoga, cerita mistis itu memang hanya mitos belaka," harapnya.

Justbeenpaid Sedang Melakukan Yang Terbaik

Seharian offline , Baru online masuk ke grup JSS Tripler Team ,
Ternyata masih banyak yang belum pasang antivirus anti galau ,


Saya senang jika Justbeenpaid Maintenance ,
Saya senang jika Justbeenpaid Trouble
Saya senang jika Justbeenpaid Problem

Saya senang dengan adanya maintenance , trouble & problem di Justbeenpaid , Karena apa ? Karena dengan adanya hal - hal diatas member - member baru
jadi mengetahui bahwa "BISNIS ITU YA SEPERTI INI" Bisnis itu penuh tantangan dan jalan berliku terjal tidak ada yang instan dan mudah !

Mengapa ada maintenance ? Karena anda saat ini sedang di "TEMPA" anda sedang di "UJI" sampai dimana totalitas dan keyakinan anda pada bisnis ini !

Hal - hal yang anda alami sekarang itu hanya "angin kecil" disaat pohon semakin tinggi , Hal ini masih belum seberapa , Anda harus menjalani banyak ujian lebih banyak lagi , di tempa lagi , biar anda lebih sabar , tidak mudah galau & mengeluh !

Hal seperti ini sudah biasa di justbeenpaid ,
Member yang sudah bergabung beberapa bulan atau bahkan satu tahun lalu , tidak akan galau , malah senyum - senyum sendiri melihat postingan member yang panik !

[Reshare lagi ] Dulu saya + member - member lama , pernah mengalami cobaan besar , lebih besar dari yang pernah anda alami sekarang ! Coba anda bayangkan sejenak apa yang kami rasakan saat itu :

- Website menghilang , Problem loading terus
- Sekali 2 kali muncul lagi , namun tidak bisa login karena tidak ada menu untuk login
- Earning di pause selama 40 hari
- Withdraw tidak dikirim selama 40 hari
- Dan Deposit kami di JSS , tidak sedikit , Puluhan - ratusan juta !

Hal itu berlamgsung dari 25 Agustus 2011 - 04 Oktober 2011

40 Hari menunggu , akhirnya semua kembali dengan sempurna !
Web kembali normal , earning kembali berjalan , dan withdraw kembali diproses !

Senang sekali rasanya saat itu , Hasil ditempa selama 40 hari , berhasil kami lewati dan akhirnya kami "lulus" menyandang status "kebal"

Jadi apapun yang terjadi di Justbeenpaid , kami sudah kebal !
biar maintenance , biar trouble , problem , dll kami tetap , Stay Cool ^_^

"KARENA KAMI YAKIN JUSTBEENPAID PASTI AKAN MEMBERIKAN YANG TERBAIK"

Jadi perlu anda sadari maintenance pada suatu website , trouble , problem itu sudah biasa , Anda boleh galau , namun jangan galau yang berlebihan , galau yang menyebabkan aura positif di grup ini jadi terpengaruh oleh postingan - postingan negatif anda !

* Maaf dengan sangat terpaksa , untuk member yang posting galau berlebihan sementara saya keluarkan dulu dari grup , Jika tiba - tiba "Grup Jsstripler Team" menghilang dari daftar list grup fb anda , itu artinya anda di kick, silhkan ajukan grasi dan kirim ke inbox saya dengan komitmen yang lebih baik .

Jika anda galau , Silahkan hub sponsor anda , Silahkan inbox di FB saya jika anda galau , Galau adalah virus , jangan anda posting digrup , karena virus bisa menular ke member - member newbie lainnya , yang meruntuhkan semangat untuk maju dan sukses bersama Justbeenpaid !

Saya juga senang jika justbeenpaid sedang maintenance seperti ini , karena dengan maintenance seperti ini " Para Provokator " Keluar semua dari tribun penonton , untuk posting digrup , posting yang jelek2 tentang JBP , saya jadi lebih mudah untuk memfilter , tinggal saya kick satu persatu , saya banned permanent !

Jadi manfaat maintenace cukup luar biasa ,
Karena forum jadi bersih kembali , karena yang tidak suka dengan JBP akan tersapu semua masuk ke recycle bin dan empty permanent !

Jika anda masih ragu , Cukup jadi penonton di grup ini !
bergabung di Justbeenpad tidak ada paksaan sama sekali , karena member dengan sukarela merelakan diri untuk di gaji $1000 / minggu hanya dengan ber + thinking !

Justbeenpaid - Bisnis Online Terbaik Kemarin , Kini & Nanti !

By Mymadmillion Ardi Prabowo,

Rabu, 04 Juli 2012

PDKT Yang Benar, Buatlah Kesan Alami

May, gadis muda nan cantik, diantarkan ke bandara oleh pacarnya. Dia akan menghadiri pernikahan seorang teman di Korea Selatan. Kepada sang pacar, Mey bilang perginya bareng teman perempuan. Padahal, dia pergi sendiri supaya bisa mengunjungi tempat - tempat syuting drama Korea favoritnya.


Di tempat yang sama, seorang pemuda bernama Dang diantar temannya karena akan mengikuti tur ke Korea Selatan. Tak disangka, May dan Dang bertemu. Terjadi kekonyolan, keharuan dan benih - benih cinta pun muncul. Kisah itu adalah petikan film Hello Stranger. Film produksi Thailand yang banyak mengambil shooting di Korea.

Bagaimana kalau anda mengalami kejadian serupa? Bepergian ke suatu tempat, bertemu pria lajang melalui proses tak terduga, lalu seolah hukum magnet berlaku dan terjadi tarik menarik diantara anda dan si pria. Mengambil kesempatan atau melepaskannya begitu saja? Cinta datangnya dari mata, lalu turun ke hati.

Bukan 'dosa' bila bertemu pria lajang yang masuk kriteria mata, lalu kita berusaha menarik perhatiannya. Menurut Dr Pepper Schawrtz, s3x and relationship expert, menarik perhatian harus dilakukan dengan cara yang natural. "Perhatikan tempat dan profil pria tersebut, lancarkan obrolan santai yang bisa ditujukan kepada siapa saja. Itu akan membuat anda merasa rileks," urainya.

Dimana saja tempat - tempat strategis untuk menemukan para eligible bachelor itu?

1. Bandara

Di tempat ini banyak orang berlalu lalang. Mata kita menangkap radar seorang pria menarik sedang berada di deretan antrean check-in. Segera dekati secara natural. Bertanya apakah ini counter check-in yang benar. Rasanya cukup natural untuk basa - basi di awal. Untuk beberapa maskapai, umumnya bila penumpang melakukan check-in bersamaan akan mendapatkan seat yang berdekatan.

Step awal sudah oke, lanjutkan obrolan selama di dalam pesawat. Temukan hal - hal menarik dan kesamaan dengannya. Karena anda pergi sendirian, begitupun dia, atur janji setibanya di tempat yang dituju untuk bertemu. Pastikan anda mendapat contact-nya. Siapa tahu, si pria adalah pengusaha muda yang sukses. Dobel bonus. Apabila perjalanan cukup lama, anda bisa 'memanfaatkannya' dengan pura - pura tertidur bersandar di bahunya.

2. Supermarket

Ketika pria muda nan tampan berbelanja sendiri di supermarket, ada dua kemungkinan. Dia suami baik yang sedang menggantikan tugas sang istri berbelanja atau pria lajang yang harus memasak sendiri, yang artinya.. Dia masih membutuhkan pendamping. Arahkan troli belanja ke rak yang dekat dengannya, perhatikan barang yang sedang dia ambil, lalu ambillah produk serupa.

Konselor relationship Scott McKay memberikan usul untuk membuka percakapan dengan bertanya seperti apa kesannya terhadap produk ini. "Sudah sering makan sarden ini ya?" Kalau jawabannya, "Tidak, saya belum menikah kok," teruskan ke obrolan berikutnya yang lebih dalam.

3. Konser Musik

Baru putus cinta, anda berniat menghibur diri dengan menonton konser musik di kafe. Disana ada seorang pria tampan yang juga datang sendirian. Ambil posisi yang dekat dengan radar matanya. Berikan tatapan plus senyuman. Kalau dia mendatangi anda dan meminta izin duduk di sebelah anda, itu sinyal bagus. Obrolan santai tentang musik favorit bisa berlanjut ke agenda bertukar koleksi CD atau menonton konser berikutnya.

4. Rumah Sakit

Menjenguk teman yang sakit bisa sekalian dimanfaatkan untuk menemukan cinta. Jangan terburu - buru pulang, sempatkan berjalan - jalan di sekitar taman rumah sakit atau makan di kafetarianya. Bila beruntung, bertemu dengan dokter muda yang lajang. Cara membuka obrolan yang wajar dengan dokter adalah bertanya tentang penyakit dan obatnya. Bukan tidak mungkin, sang dokter bisa sekaligus menjadi dokter cinta untuk mengobati luka di hati.

Ingat, beberapa poin diatas bisa dilakukan oleh anda yang berstatus lajang. Siap bertemu cinta di tempat tak terduga?

Selasa, 03 Juli 2012

Wong Cilik & Kehidupan Yang Mereka Jalani

Mereka yang pernah hadir di kota - kota besar, tentu akan menemukan suatu realitas yang sangat memprihatinkan, yaitu tentang hidup dan kehidupan wong cilik. Mereka yang ada di lapisan terbawah dari struktur sosial. Yang kasat mata, mulai dari masalah makanan, air bersih, tempat tinggal, kesehatan, pendidikan sampai dengan masalah lingkungan tempat tinggal. Apakah ini keadaan yang hanya di kota besar?


Kalau kita menuju angka statistik (resmi), maka tampak bahwa mereka yang miskin, atau wong cilik yang ada dibawah garis kemiskinan, justru lebih banyak (dalam jumlah) berada di pedesaan, ketimbang di kota. Keadaan mereka yang ada di desa, tidak jauh berbeda, yakni kualitas gizi yang buruk, akses air bersih, layanan kesehatan, pendidikan dan masalah - masalah lain. Mengapa hal ini terjadi?

Wajah wong cilik, sebagaimana aslinya justru muncul ketika musim kampanye tiba. Penguasa berusaha menutup realitas, dan menyodorkan realitas palsu, terutama melalui angka - angka statistik yang tidak berjiwa. Para pendatang baru, umumnya jeli dengan realitas, dan mengangkat realitas ke permukaan, sebagai kritik kepada penguasa, tentu dengan maksud mengambil hati rakyat, agar perubahan bergulir.

Wong cilik, dapat dikatakan berada dalam posisi pasif. kadang dihadirkan untuk suatu keperluan tertentu dan kadang dimangkirkan untuk urusan yang lain. Ada kesan, bahwa wong cilik di kondisikan dan diposisikan menjadi obyek pihak yang sekedar menerima apa saja yang akan terjadi. Kalaupun hendak dilibatkan, maka pelibatan wong cilik hanya sebatas pada pelibatan politik di TPS (tempat pemungutan suara).

Apakah gerakan pemberdayaan yang dimotori oleh lembaga - lembaga swadaya masyarakat tidak dimaksudkan untuk menjadikan rakyat sebagai subyek? kalau kita melihat dinamika yang berkembang, mulai dari masalah berkait dengan kemiskinan, pembangunan pedesaan sampai pada isu anti korupsi, maka sangat nampak bahwa wong cilik bukan pihak yang ada di barisan depan. Wong cilik hanya pelengkap dan atau sebagai alas kaki dari berbagai kekuatan yang ada diatasnya.

Mengapa demikian? Apakah keadaan ini memang yang sudah semestinya terjadi? Apakah rakyat memang hanya berhak untuk menjadi pihak yang pasif (sebagai obyek) ataukah wong cilik (sesungguhnya) punya hak mendapatkan posisi yang lebih sebagai subyek. Apakah politik hanya arena dari mereka yang ada di lapis atas? Apakah politik memiliki syarat yang tidak memungkinkan rakyat, wong cilik, ambil bagian secara aktif?

Sejauh ini kita menangkap ada dua isu utama yang dapat dikatakan berpotensi menghalang - halangi keterlibatan rakyat, yakni, pertama, isu dengan biaya politik yang mahal. Entah darimana sumber mulanya, namun kini sangat santer terdengar bahwa politik membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Dibalik kasus - kasus hukum yang menimpa para politisi, termuat kabar bahwa politik mahal, dan karena itu pula para politisi membenarkan semua cara agar dapat memasuki area politik.

Akibatnya arena politik bukan menjadi arena perjuangan idealisme, melainkan sebagai medan transaksi. Politik tidak lebih sebagai lokasi 'dagang sapi'. Identik dengan urusan proyek dan jauh dari kepentingan rakyat. Kalaupun politik datang ke rakyat, maka hal itu tidak lebih sebagai suatu bentuk persuasi untuk mempertahankan kursi, atau sekedar merebut kursi. Politik belum menjadi arena rakyat, belum menjadi tempat dimana rakyat memperjuangkan seluruh kepentingannya dalam rangka mencapai suatu kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna.

Kedua, isu yang berkaitan dengan kapasitas. Digambarkan bahwa politik adalah arena bagi mereka - mereka yang kapasitas tertentu, bukan arena bagi wong cilik. Pengkondisian sangat nampak ketika debat kandidat dalam pilkada atau pilpres. Mereka yang menjadi penguji bukan rakyat, tapi para akademisi.

Dengan demikian menjadi perspektif kepemimpinan, bukan perspektif rakyat, melainkan perspektif akademik. Realitas ini tentu akan sangat sulit ditembus oleh wong cilik yang dengan demikian sampai akhir zaman tidak mungkin wong cilik dapat meraih kepemimpinan politik.

Apakah berarti dalam politik dan soal kepemimpinan tidak dibutuhkan kapasitas? Tentu saja tidak. Namun dengan mengidentikan kapasitas sebagai kualitas akademik, tentu akan menjadi masalah yang kompleks. Syarat kapasitas, yang tidak lain adalah syarat akademik adalah untuk terbuka membatasi akses rakyat untuk ambil bagian secara aktif dalam arena politik. Kita membutuhkan dialog untuk mengkaji lebih jauh dan lebih dalam masalah ini, agar akses wong cilik terbuka lebar dan bermakna.

Bagi kita, berbagai masalah yang dihadapi wong cilik, sesungguhnya hanya akan dapat diatasi secara benar, manakala mereka terlibat, dalam makna yang sebenar - benarnya. Kesadaran politik wong cilik perlu dibangkitkan, diperkuat dan disisi lain, ruang akses dibuka selebar - lebarnya. Kita percaya kampus dan elemen yang punya kesadaran akan hal ini, akan bergerak ke arah sana. Dengan itu, kita percaya politik akan kembali ke pangkuan wong cilik, menjadi arena perubahan nasib, sebagaimana maksud dari kemerdekaan.

Senin, 02 Juli 2012

Anak - Anak Belajar Dengan Cara Unik & Berbeda

Suatu ketika saya mengajar public speaking dan teknik presentasi untuk anak - anak seusia 8 - 12 tahun. Ini adalah pengalaman yang baru bagi saya, karena biasanya saya melatih dan mengajar orang d3w4s4 atau minimal remaja yang menurut saya sudah biasa diajak ngomong dan berpikir.


Namun karena pada dasarnya saya menyukai anak - anak, maka saya menjalaninya dengan senang hati, apalagi menyaksikan tingkah polah mereka dalam menyerap pelajaran yang saya berikan. Namanya juga anak - anak, maka saya harus bersabar dan menyelami cara berpikir mereka. Satu hal yang membuat saya takjub adalah kadang - kadang ada beberapa anak yang nampak cerewet dan tidak memperhatikan apa yang saya jelaskan.

Mereka sibuk dengan dunianya sendiri, berceloteh dan bahkan sangat aktif bergerak dan cenderung menimbulkan suasana gaduh, namun ketika anak - anak ini saya minta maju ke depan untuk mempraktekkan apa yang saya jelaskan, mereka bisa melakukannya dengan baik.

Ini sungguh sebuah fenomena menarik, karena menurut saya jika anak ini berhadapan dengan stereotip guru yang konvensional, pasti sudah dicap sebagai si pembuat onar yang bodoh. Inilah yang menarik, walaupun mereka membuat kegaduhan di dalam kelas dan nampak ribut sendiri, namun inderanya terus bekerja menyerap apa yang saya berikan, entah dengan cara apa.. Yang pasti ini membuat saya heran sekaligus senang.

Fenomena ini tentu saja berbeda dengan ketika saya mengajar orang d3w4s4. Rata - rata orang d3w4s4 di kelas saya, maupun dalam seminar - seminar atau pelatihan yang saya fasilitasi, mereka menyimak pengajaran dengan tekun dan khidmat, namun ketika tiba giliran melakukannya, mereka belum tentu bisa melakukan sesuai dengan apa yang saya ajarkan.

Saya merasa, bahwa anak - anak berpikir dengan polos, sehingga ketika mereka mau melakukan sesuatu di dalam kelas, mereka akan spontan melakukannya dan mereka belajar dengan cara yang unik. Berbeda dengan orang d3w4s4 yang sudah 'berpengalaman'. Orang d3w4s4 nampak diam dan menyimak, namun ternyata ketika harus praktek mereka tidak bisa melakukannya. Dengan kata lain mereka ini sebenarnya pura - pura belajar.

Kalau anda ingin maju, anda harus belajar dengan cara seperti anak - anak. Mereka belajar dengan polos, nampak mengabaikan, namun sebenarnya mereka menyimak dengan cara mereka sendiri yang unik. Mereka datang dengan kepala kosong yang siap diisi. Sementara itu orang d3w4s4 masuk ke kelas dengan kondisi kepala yang sudah syarat dengan informasi, sehingga mereka cenderung pura - pura belajar, namun seringkali sebenarnya kepala mereka 'menolak' untuk belajar.

Tips belajar ala anak - anak adalah belajar dengan sikap polos, tidak manipulatif, penuh semangat, ceria dan yang penting mereka datang dengan kepala yang kosong.. Siap untuk diisi ilmu.

Minggu, 01 Juli 2012

Berpacaran Dengan Atasan Wanita di Kantor

Sudah setengah tahun Yulianti Lawandra, 24, menjalin kasih dengan Steven Imoberdoff,23. Usia Yuli, panggilan akrabnya, yang lebih tua dengan pasangan prianya, ditambah kekasihnya yang merupakan warga negara Perancis, memang menjadi keunikan tersendiri bagi hubungan mereka.


Namun, bukan itu saja yang membuat relasi tersebut menarik. Keduanya menjalin hubungan sekantor, yakni sama - sama bekerja di satu perusahaan, di sebuah hotel berbintang di kawasan Jakarta Pusat.

Yuli lebih senior bekerja di kantornya jika dibandingkan dengan Steven. Saat ini Yuli menjabat front office supervisor, sedangkan pasangannya management trainee duty manager. Peraturan perusahaan jelas melarang sesama rekan kerja menikah. Jika itu terjadi, salah satu atau keduanya akan dikeluarkan atau dipindahkan. Namun perusahaan memperbolehkan jika hanya berpacaran sehingga hubungan mereka belum menjadi masalah.

Dalam kesehariannya, tuntutan pekerjaan membuat Yuli sering bertemu dengan Steven. Jabatan yang dipegang Yuli mengharuskan dirinya mengajar dan melatih beberapa anak buah termasuk Staven yang masih dalam pelatihan.

Di situlah Yuli menghadapi tantangan besar untuk bersikap profesional dan memisahkan perasaan pribadi dengan pekerjaan, dari harus siap memberi teguran saat salah, ketidaksepahaman, hingga serius dalam memberikan pengarahan tanpa memandang posisi ia sebagai kekasih.

"Terkadang kita sering meributkan masalah pekerjaan ketimbang hubungan kita. Bahkan hingga terbawa keluar kantor," ungkap Yuli. Pandangan dari rekan kantor lainnya yang menganggap ia memperlakukan Steven spesial juga kerap diterimanya. Padahal diakuinya, ia telah berupaya seoptimal mungkin menjaga profesionalitas dan menjaga kinerjanya.

Namun, Yuli mengaku memiliki hubungan dengan rekan sekantor tak selamanya membawa dampak buruk. Ia mengaku, jika dibandingkan dengan memiliki kekasih di luar kantor, hubungan yang ia jalani sekarang dengan intensitas bertemu yang lebih sering terbilang lebih harmonis. Pertengkaran soal pekerjaan sudah pasti ada, tetapi komunikasi dengan kekasih jadi lebih intens.

"Enaknya sekantor, banyak bahan pembicaraan, komunikasi lebih sering. Masalah pun bisa cepat dibicarakan. Jadwal kerja juga mudah disesuaikan sehingga kita bisa sering atur jadwal liburan bersama," kata dia.

Hal yang sama juga dirasakan Devi, 39. Sudah 10 tahun ia menjalani pernikahan bersama Santosa,43, teman sekantornya. Pada awal memutuskan untuk menikah, Devi sempat berencana mengundurkan diri, tetapi ditentang atasan karena posisinya yang berbeda divisi dengan kekasih dianggap tidak akan mengganggu kinerja dan melanggar peraturan kantor.

Lebih dari satu dekade menjalani pernikahan, Devi mengaku tidak mengalami banyak masalah. Pasalnya, ia dan suami sebisa mungkin tidak mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan dan bersikap profesional. Memiliki pasangan satu kantor bahkan membawa dampak yang lebih baik dalam hubungan, terutama dalam mengurus rumah dan anak - anak. Tak perlu lama berkomunikasi via telepon, jika butuh pembicaraan dadakan bisa cepat ditemui.

"Komunikasi jadi lebih mudah. Kita juga tidak ada rasa kecurigaan dengan pasangan karena mengetahui kegiatan masing - masing. Kita juga saling memotivasi dan mengingatkan kinerja masing - masing," ungkap ibu dua anak itu.

Meski begitu, ia mengaku terkadang sering menghadapi perlakuan teman - teman sekantornya yang sering mencampuradukkan posisinya di pekerjaan dan sebagai istri rekan sekantornya. Ia pun sebisa mungkin menjaga jarak dengan suami saat berada di sekitar kantor. Itu dianggap lebih profesional karena ia memperlakukan suami selayaknya rekan kerja saat melakukan kesalahan dan lainnya.

Sebagai contoh, ia jarang makan siang bersama suami saat di kantor. Jika pun bertemu di jam istirahat, itu mereka lakukan saat akan membicarakan urusan rumah atau anak - anak.

Sementara itu, Feby Syarifah,30, pernah dihadapkan dengan keputusan sulit saat hubungannya dengan Arie Satria, 34, sang kekasih yang kini menjadi suaminya, harus terbentur oleh peraturan kantor yang tidak memperbolehkan pernikahan dengan rekan sekantor. Alhasil, dua tahun lalu, Feby yang saat itu sedang dalam posisi nyaman dan karier yang cemerlang harus mengambil keputusan untuk keluar dari pekerjaan.

Padahal, jurnalis di sebuah perusahaan surat kabar di Jawa Barat itu hendak disekolahkan perusahaannya ke Belanda. Keputusannya keluar dari perusahaan juga sempat ditentang atasannya. Sesama atasan divisi tempat ia dan Arie bernaung bahkan sempat bersitegang dengan saling mempertahankan keduanya.

Namun, demi kebaikan bersama, ia pun melakukan pengorbanan besar, yakni keluar dari pekerjaan. Keputusan itu diambilnya atas diskusi panjang bersama Arie.

"Padahal, secara logika kami berbeda divisi dan secara pekerjaan tidak berhubungan langsung. Namun semua sudah peraturan perusahaan. Jika saya dan calon suami kala itu diloloskan, akan menimbulkan kecemburuan. Jadi saya memutuskan untuk keluar," ungkap Feby.

Langkah itu diakui menimbulkan perang batin bagi dirinya yang saat itu begitu mencintai pekerjaannya. Ia lebih memilih memprioritaskan pekerjaan suaminya yang memang punya kewajiban mencari nafkah keluarga, terlebih posisinya terbilang bagus.

"Ini merupakan win - win solution. Saat dihadapkan pada kondisi seperti itu, harus ada yang mengalah. Kalau tidak, hubungan ini tidak akan baik dan bubar semuanya. Saya tidak pernah takut untuk keluar pekerjaan. Karena menikah adalah ibadah, rezeki akan datang dari mana saja," ungkap perempuan yang saat ini menjadi ibu dua balita itu.
 

DEWASA Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger