Warung Bebas

Jumat, 08 Juni 2012

Menanti Datangnya Kedamaian Dari Langit

Nampaknya semakin jauh panggang dari api, bila kita bersama mengharapkan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di bumi khatulistiwa ini. Hal ini disiratkan dengan realitas yang ada, bahwa jiwa seseorang yang seharusnya tak terkira nilainya dewasa ini nilai jiwa manusia Indonesia serasa menjadi sangat murah.


Tentunya kita masih mengingat tewasnya seorang suporter Persib ketika melawan Persija di Stadion Gelora Bung Karno Senayan Jakarta beberapa pekan silam. Kemudian disusul sebuah realita tentang seorang suporter Persebaya yang tewas ketika Persebaya bertanding melawan Persija di Surabaya. Belum lagi kasus bentrokan bermuatan sara di Papua, yang juga memakan korban jiwa.

Akhirnya timbul sebuah wacana dari sanubari kita, mengapa kedamaian yang pernah kita rasakan karena sebuah perjuangan melawan penjajah di masa revolusi lebih mudah kita dapatkan ketimbang era revormasi ini? Sehingga sebuah pertanyaan dari kita pun menyeruak ke tengah atsmosfer, mungkinkah kedamaian yang sekarang akan kita peroleh didapat karena turun dari langit begitu saja? Tanpa kita sematkan lantaran pencerahan dan kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara dari kita semua?

Seorang manusia Indonesia yang paling dungu pun mampu menjawab, bahwa wacana tersebut tak mungkin terealisasi tanpa kesiagapan kita dalam menyingsingkan lengan baju. Namun apa daya wacana tersebut semakin sulit direalisasikan. Justru secara kontroversi terjadi di era reformasi yang di identikan dengan supremasi hukum, keterbukaan antara kita semua, kebebasan pers, kebebasan berbicara dan berpolitik, revitalisasi fungsi TNI menjadi fungsi pertahanan negara semata. Serta optimalisasi fungsi pendidikan guna menuju manusia Indonesia yang berkarakter.

Namun pada kenyataan langkah kita untuk menuju titik akhir sebuah reformasi semakin tidak jelas, dengan menorehkan perilaku - perilaku kontroversi dan amoralitas pada manusia yang terus saja bergulir. Terutama para oknum petinggi kita yang miskin suri tauladan terhadap grassrote. Baik oknum pejabat negara dari daerah hingga pusat atau petinggi partai yang semakin mengisyaratkan sesuatu kegamblangan tentang mentalitas oknum petinggi partai kita. Keadaan sudah demikian tinggi tingkat distorsi moralitasnya. Lantas siapa lagi yang bakal membela nasib si kecil yang semakin terjebak dalam berbagai pendzoliman? Seperti mahalnya biaya pendidikan di sekolah negeri dan kesulitan lainnya?

Nampaknya kita sudah lupa dengan tujuan reformasi yang semula kita usung. Tinggalah kini sebuah orde transisi yang kita miliki. Sebuah orde yang bercirikan kegamangan semua sistem yang kita miliki di tengah masyarakat yang gamang, yang telah mengalami krisis jati diri. Sebagian masyarakat mengokohkan sikap berbangsa dan bernegara dengan identitas tertentu dan sebagian lainnya mengusung sebuah identitas lainnya. Sebagian masyarakat Indonesia lupa diri dengan hidup dari hasil korupsi, tanpa sedikitpun beban moralitas yang ada. Sedangkan sebagian lainnya menganggap korupsi adalah pengkhianatan terhadap diri sendiri, masyarakat dan negara.

Bahkan sebagian pendidik menganggap hal yang biasa dengan pencurangan UN, sedangkan sebagian lainnya menganggap pencurangan UN pada peserta didik adalah tindakan perusakan jati diri generasi muda.

Padahal kedamaian yang melengkungi suatu bangsa yang merdeka tentunya diawali terlebih dahulu dengan kesepakatan kita bersama dalam menjaga dan melestarikan nilai - nilai dasar yang berlaku di negara tersebut. Barulah sebuah kedamaian tentu saja bisa turun dari langit. Namun sebaliknya apabila kita bisa melupakan ini semua, maka kedamaian yang turun dari langit sampai kapanpun tak bakal mampu kita peroleh. Tentu saja kita mengetahui bersama bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa berkenan merubah nasib suatu kaum, apabila kaum itu mampu beritikad dan berbuat untuk mendapatkan prestasi gemilangnya.

Di lain pihak apabila masa transisi sebuah bangsa tidak mampu kita lewati, maka sebuah ancaman bukan tidak mungkin akan kita dapatkan, yaitu sebuah integrasi yang sangat merugikan kita bersama. Jadilah sebuah isapan jempol belaka tentang kedamaian yang bisa turun dari langit.

Kamis, 07 Juni 2012

Body Kit Sepeda Motor Terus Diminati

Saat anda menonton tayangan televisi GP atau Superbike, mungkin tidak pernah terpikir bahwa desain body kit sepeda motor ber-CC besar seperti itu mudah ditiru di Temanggung. Ternyata, perkembangan desain kendaraan super cepat tersebut menular pada kendaraan lokal yang dimiliki pecinta motor sport di tanah air.


Peluang membidik pecinta motor sport ini ditangkap oleh Bagus Pradana (21) pemuda yang kini menggeluti usaha modifikasi body kit. Di ruang workshopnya di kawasan Sendang, Kedungumpul, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Bagus berkreasi merancang aneka desain body kit, mulai dari fairing, duck tail, spatbor, hingga tutup lampu.

"Semua desain adalah custom sesuai selera dan permintaan konsumen. Kalau konsumen sudah pasrah soal desain, kami menawarkan desain sendiri," ujar Bagus yang merupakan alumni Akindo Yogyakarta dan pernah menyabet juara II Nasional Lomba Modifikasi Motor Sport tahun kemarin.

Usaha modifikasi body kit ini cukup menjanjikan. Dilihat dari order yang diterima Viper Modified (nama usaha yang dimiliki Bagus), konsumen berasal dari berbagai kota, mulai dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, hingga Denpasar, Bali. Latar belakang konsumen adalah pecinta motor sport, sesuai spesialisasi yang dimiliki Viper Modified.

"Pesanan body kit yang sudah ada saat ini adalah moge Suzuki GSX 1000 cc, Ninja RR 250 kemudian Honda CBR, sampai yang motor ber-cc rendah seperti Yamaha Bison dan Vixion. Bisa juga kami mengerjakan untuk motor prototipe atau yang futuristik sekalipun," ungkapnya.

Metode getok tular antar anggota klub motor sport di tanah air diakui Bagus menjadi sarana marketing yang mumpuni bagi usaha tersebut. Prinsip yang dipegang dia adalah bekerja sesuai pesanan, tepat waktu dan sentuhan hasil akhir yang memuaskan. Dia menyatakan, untuk pengerjaan body kit yang cukup rumit dibutuhkan waktu sampai dua bulan. Sedangkan untuk body kit yang simpel, hanya butuh waktu satu sampai dua pekan saja.

Tingkat kesulitan tertinggi adalah pada aplikasi desain yang rumit saat mastering atau ngemal dan ketepatan dimensi body kit ketika dipasang di body sasis motor. Sedangkan soal racikan bahan baku, serat fiber dan akrilik, sudah dikuasai Bagus dan tim kerjanya yang berjumlah tiga orang.

Soal harga pesanan untuk body kit dibanderol Rp 4 juta hingga Rp 12 juta. Pasar konsumen body kit ini menurut Bagus masih sangat luas. Mengingat perkembangan teknologi otomotif yang terus meningkat dan dinamis, khususnya dari sisi desain.

"Pecinta motor sport, khususnya remaja, pasti ingin sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang lain," ujarnya.

Tragis, Wanita Hamil Tewas Dijambret

Seorang ibu muda yang sedang hamil tujuh bulan, tewas akibat aksi penjambretan. Korban juga berstatus mahasiswi Undip. Korban tewas akibat aksi penjambretan itu adalah Natisa Listiani Nasiroh yang akrab dipanggil Tisa (24). Ia menjadi korban penjambretan di Jalan Sultan Agung, tepatnya di depan SMA Don Bosko atau sekitar 300 meter dari Mapolsek Gajahmungkur, Kota Semarang, Rabu (6/6) sekitar pukul 01.30 pagi.

Tisa merupakan mahasiswi jurusan Sastra Inggris, Universitas Diponegoro (Undip) angkatan 2008. Lulusan SMA 5 itu telah bersuami dan saat ajal menjemputnya, Tisa dalam kondisi hamil 7 bulan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, dini hari itu, Tisa mengendarai Yamaha Jupiter H 6349 RZ dari Gajahmungkur menuju Jatingaleh. Diperkirakan, Tisa hendak pulang ke Banyumanik.


Di seberang SMA Don Bosko yang relatif gelap, Tisa dipepet dua lelaki pengendara Yamaha Vixion warna merah. Si pembonceng menendang Tisa hingga terjatuh. Saat Tisa tersungkur di aspal, dia ditabrak motor Honda Megapro yang juga dikendarai dua pria. Keempat pria itu diduga menjambret tas Tisa.

Foto korban diambil dari akun twitter @NatisaListiyani
Seorang penjual makanan, Aji Yulianto (24), mengaku melihat kejadian itu dari warungnya yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. "Saat itu, pengendara Jupiter (korban) ngebut dan dipepet dari sebelah kanan oleh dua lelaki yang tak memakai helm berboncengan mengendarai Yamaha Vixion warna merah," ujar Aji.

Menurut Aji, pria pembonceng Yamaha Vixion menarik tas yang disangkutkan di pundak si pengendara Jupiter. Korban berusaha mempertahankan tasnya. Sempat terjadi rebutan tas hingga si pengendara Jupiter jatuh ke aspal dalam kondisi tengkurap.

Setelah merebut tas korban, kedua lelaki pengendara Yamaha Vixion tancap gas ke Jalan Dr Wahidin. Aji dan sejumlah pengunjung warung, segera beranjak untuk menolong korban. "Namun sebelum kami mendekati korban, tiba - tiba muncul dua pria lain yang mengendarai Megapro warna hitam. Mereka menabrak korban kemudian kabur. Saya pun hampir tertabrak Megapro itu," ujar Aji.

Aji lantas melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Gajahmungkur. Korban yang dalam kondisi bersimbah darah tergeletak ditepi jalan selama sekitar sejam. Sejumlah pengendara yang lewat sempat mengira korban dalam kondisi mabuk minuman keras.

Polisi kemudian membawa jenazah korban ke RS Elisabeth. Sesampainya di rumah sakit, dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia. Jenazah korban lalu dipindahkan ke kamar jenazah RSUD Dr Kariadi. Polisi tak menemukan kartu identitas pada korban sehingga jenazah Tisa sempat diberi status jenazah tak dikenal.

Polisi melacak identitas korban dari pelat nomor kendaraan. Namun sepeda motor Jupiter warna hitam kuning itu sempat pindah tangan. Identitas korban baru diketahui sekitar pukul 14.00. Polisi mendatangi rumah korban di Jerukwangi, Bangsri, Kabupaten Jepara.

Semalam, sekitar pukul 19.00, kerabat dan teman - teman kuliah korban datang ke kamar mayat di RSUD Dr Kariadi. Puluhan teman dari kampus Undip tak kuasa menahan tangis saat melihat jenazah korban dimasukkan ke dalam mobil ambulans untuk dibawa ke rumah duka di Jepara.

Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Ave Guna Pandia, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah Tisa merupakan korban penjambretan hingga jatuh dan meninggal dunia ataukah korban kecelakaan lalu lintas. Polisi mengamankan sepeda motor Jupiter milik korban. Kendaraan roda dua itu hanya lecet dan rusak ringan.

Selain Yamaha Jupiter, polisi juga masih menyimpan sebuah helm warna putih dan sendal milik korban. "Kami masih memintai keterangan sejumlah saksi dan masih menyelidiki kasus ini," kata Pandia.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Agus Maladi Irianto, mengaku sangat berduka atas meninggalnya Natisa. Menurut Agus, Almarhumah adalah sosok mahasiswi yang pandai dan memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi.

"Dia adalah mahasiswi yang ulet. Selain kuliah, ia juga menjalankan usaha. Dia sangat aktif menjalankan usahanya itu dalam beberapa bulan terakhir," kata Agus saat dihubungi, semalam. FIB, kata Agus akan memberikan santunan kepada keluarga Natisa di Jepara.

Agus minta polisi mengusut tuntas kasus yang menewaskan Tisa. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya atas almarhumah, meski tidak dapat mengembalikan hidup Natisa lagi.

Agus juga mendesak aparat kepolisian untuk meningkatkan keamanan Semarang. Banyak aksi kejahatan yang terjadi di jalan, membuat jalanan memberi ancaman terhadap masyarakat, termasuk para mahasiswa.

Rabu, 06 Juni 2012

Kisah Persahabatan Semut Merah & Hitam

Musim kemarau hampir berakhir. Setiap hari warga semut hitam semakin sibuk mengumpulkan makanan untuk persediaan di musim penghujan nanti.


Demikian halnya di pagi yang cerah ini. Mereka keluar rumah hendak mencari makan. Wajah - wajah mereka tampak bersemangat. Simi dan Simo tak mau ketinggalan. Sejak matahari belum terbit, mereka berdua telah siap untuk bekerja.

Warga semut hitam berpencar ke segala arah. Ada yang berpencar ke arah barat, timur, selatan maupun utara. Meskipun berpencar, tetapi jika ada salah satu diantara mereka menemukan tempat yang banyak makanannya, maka teman - teman yang lain segera diberi tahu. Setelah berkumpul, mereka pun mengangkat makanan itu sedikit demi sedikit secara beriringan.

Pagi ini Simi dan Simo bersepakat mencari makan bersama - sama. Mereka bersepakat untuk mencari makan ke arah barat. Sambil bernyayi - nyanyi, keduanya berjalan dengan tegap. Langkah kaki mereka mantap seperti prajurit yang akan bertempur di medan laga. Sesekali mereka berhenti menyanyi untuk menyapa makhluk lain yang mereka jumpai di jalanan.

Belum lagi sampai di tujuan, mendadak langkah mereka terhenti. Sayup - sayup Simi dan Simo mendengar rintihan seekor semut yang mengaduh kesakitan. Arah suara itu datang dari parit. "Jalan disini agak terjal, tentu semut yang malang ini terpeleset dan jatuh ke dalam parit," duga Simi dalam hati.

Mereka berdua mendekat ke arah datangnya suara itu. Begitu sampai, mata Simi terbelalak sebab dugaannya benar. Ia menjumpai seekor semut merah yang tak berdaya tergeletak di dalam parit. Kaki, tangan dan kepalanya luka parah karena terbentur batu. Sungguh kasihan semut merah itu. Simi terharu melihatnya. Namun Simo tak demikian. Ia diam saja, bahkan wajahnya justru dipalingkan ke arah lain.

"Simo jangan diam saja, ayo kita tolong," ajak Simi.
"Tidak mau, aku tak sudi menolongnya," jawab Simo tegas.
"Mengapa?" tanya Simi keheranan.
"Dia kan bukan warga kita. Kamu ingat kan Simi? Sudah berkali - kali warga semut hitam yang memasuki wilayah semut merah diusir dan dimusuhi. Untuk apa kita susah - susah menolongnya," jawab Simo dengan wajah kesal.

"Kalau kamu mau menolong, silahkan! Aku akan melanjutkan perjalanan ini," kata Simo sambil melangkah pergi.
"Hai tunggu dulu!," pinta Simi.
Simo terus saja pergi. Dia tak mau lagi mendengarkan kelanjutkan kata - kata Simi. Tekatnya sudah bulat untuk tidak menolong semut merah yang dianggapnya sebagai musuh.

"Biar bagaimanapun juga semut ini harus kutolong. Meskipun ia bukan berasal dari semut hitam, tetapi dia juga seperti aku. Sama - sama makhluk ciptaan Tuhan. Aku harus membawanya ke rumah dan merawatnya. Jika tidak segera kutolong aku khawatir keadannya akan semakin memburuk," kata Simi dalam hati.

Akhirnya semut merah yang luka parah itu digendong Simi dan dibawa ke rumah. Selama di perjalanan, walaupun berkata pelan - pelan dan terputus - putus, semut merah itu masih sempat memperkenalkan diri. Dia bernama Simer semut dan rumahnya di desa Mutbang. Selain itu diceritakannya juga mengenai kejadian yang baru saja menimpanya.

Sudah enam hari Simer dirawat di rumah Simi semut. Setelah luka - lukanya sembuh, Simer minta diri untuk pulang ke rumahnya. Simi semut mengizinkan. Namun Simi tak sampai hati jika Simer pulang sendirian. Oleh karena itu, Simi pun mengantar Simer sampai di perbatasan. Sebelum berpisah, Simer berkali - kali mengucapkan terima kasih atas kebaikan Simi yang dengan rela mau berkorban untuk dirinya.

Ketika memasuki wilayah warga semut merah, Simer melihat perkelahian yang tidak seimbang.
"Hai hentikan!" kata Simer.
Ternyata Simer menjumpai Simo yang sedang dikeroyok oleh empat ekor semut merah, teman - teman Simer. "Sabarlah dulu teman - teman," kata Simer pada keempat teman - temannya.

"Mengapa bisa jadi begini?" katanya lagi.
"Simer, kau lihat sendiri kan? berani - beraninya semut hitam ini menginjakkan kakinya di wilayah kita. Kalau tidak dihajar begini dia pasti akan masuk ke wilayah kita lagi.

Selain itu, kalau kita berada di wilayahnya tentu kita akan dimusuhi," jawab salah satu semut membela diri.
"Sudah.. Sudah," kata Simer.
"Sebenarnya hal semacam ini tidak perlu lagi kita permasalahkan. Bukankah kita masih saudara? Sama - sama bangsa semut. Untuk apa kita terus - menerus bermusuhan? Tidakkah lebih baik kita bersahabat dan saling menolong? Oleh karena itu, ayo kita galang kerukunan diantara warga semut merah dan semut hitam," ajak Simer.

"Tidak bisa!" kata salah satu semut merah.
"Tunggu dulu," kata Simer dengan sabar.
"Kita tidak bisa hidup tanpa bantuan dan pertolongan makhluk lain. Jadi, mau tidak mau kita wajib membina persahabatan dan menghindari adanya permusuhan," kata Simer tegas.

"Aku akan bercerita. Beberapa hari yang lalu, aku terperosok di parit. Kaki, tangan dan kepalaku luka parah, sehingga aku tidak dapat bangun. Nah, kebetulan ada dua ekor semut hitam yang lewat disitu, yaitu Simi semut dan Simo semut. Aku ditolong dan dirawat di rumah Simi sampai luka - lukaku sembuh," cerita Simer kepada teman - temannya.

"Nah, apakah kita harus saling bermusuhan lagi?" tanya Simer kepada mereka.
"Tidak ada gunanya kita saling bermusuhan bukan?" tanyanya lagi.

Akhirnya mereka sepakat untuk tidak bermusuhan lagi. Mereka saling memaafkan kesalahan masing - masing. Demikian juga dengan Simo semut. Ia juga minta maaf kepada Simer atas kekasarannya beberapa hari yang lalu. Selanjutnya warga semut hitam dan semut merah hidup berdampingan dengan rukun dan damai.

Selasa, 05 Juni 2012

Awas, Ancaman Bagi Smartphone Anda

Perkembangan teknologi belakangan telah menggantikan komputer PC dengan ponsel pintar (smartphone) dan tablet. Pasalnya, kedua media yang berbasis Android itu lebih efisien.


Bila dibandingkan dengan PC, dua alat komunikasi dan penyimpanan data itu lebih sederhana, baik bentuk maupun beratnya, juga kegunaannya.

Akan tetapi, bukan berarti ponsel pintar dan tablet tidak bebas dari ancaman. Sama halnya dengan PC yang data dan softwarenya dapat diserang virus, kini ponsel pintar dan tablet mendapatkan ancaman serupa.

Sebenarnya apa saja sih yang disimpan dalam ponsel pintar dan tablet anda? Pasti banyak yang menjawab nomor telepon, alamat keluarga, klien dan teman. Selain itu, pasti ada foto - foto yang penuh kenangan dan file pekerjaan penting lainnya.

Dengan alasan privasi, kebanyakan dari mereka menyimpan data - data itu di ponsel pintar dan tablet. Selain itu, dengan kedua media tersebut, pengguna dapat dengan cepat mengakses data lebih baik dan aman dalam genggaman tangan.

Namun tempat yang mereka pikir teraman ternyata dalam satu jaringan bernama cloud. "Kita namakan cloud karena memang sifatnya seperti awan. Kita tidak tahu sampai mana limitasinya, seberapa besar potensi yang dimilikinya, namun tetap kita gunakan sehari - hari," demikian Bisnis Manager Trend Micro Corporation menjelaskan cloud dalam diskusi di Jakarta, Rabu (30/5).

Semua orang menggunakan cloud untuk membuka Facebook, Twitter, surat elektronik (surel), atau mesin pencari Google. Tanpa disadari, jaringan cloud itu menjadi celah bagi para penjahat dunia maya (hacker) untuk kepentingan pribadi mereka.

Dengan software virus tertentu, mereka menyebarkan virus berbahaya ke program malware ponsel pintar (smartphone) dan tablet. Serangan virus tersebut akan membuat ponsel mati atau mengambil data pribadi yang ada di dalam gadget itu. Bila terjadi, hal itu tentunya mimpi buruk, terutama bagi yang menyimpan semua data, mulai data pribadi hingga pekerjaan di dalam ponsel atau tablet yang diserang.

Tidak hanya menyerang program malware dan mencuri data, para penyerang dapat mengambil alih nomor pribadi pengguna melalui cip yang serupa dengan kartu SIM.

Dengan demikian, pemilik asli nomor tersebut akan menerima tagihan dari tempat yang tidak yang tidak pernah dihubungi, seperti Sri Lanka, Siberia, bahkan Greenland. Bila bukan tagihan yang membengkak, anda akan kehilangan pulsa.

Namun, kasus terparah yakni para hacker dapat mengakses rekening pribadi milik ponsel pintar atau tablet yang mereka retas. Pasalnya, sebagian orang menyimpan nomor PIN dan rekening pribadi di dalam ponsel.

Gambaran itu bukan omong kosong belaka. Sebagaimana dikemukakan Trend Micro, ada sekitar 5000 aplikasi android berbahaya di kuartal pertama tahun ini. Pernyataan tersebut disampaikan Myla Pilao, Direktur Komunikasi Pemasaran Trend Micro Labs yang berpusat di Filiphina. Trend Labs sendiri mengungkapkan paling tidak 17 dari 5000 aplikasi berbahaya tersebut ternyata berada dalam playgoogle dan telah diunduh sebanyak lebih dari 700 ribu kali.

"Salah satu aplikasi dari 17 aplikasi berbahaya tersebut diidentifikasi bukan sebagai virus malware, melainkan aplikasi pengintai," jelas Pilao.

Selain aplikasi berbahaya, hasil penelitian mereka mengidentifikasi berbagai program black hole dalam bentuk spam yang mengatasnamakan facebook, US Airways, USPS dan Careerbuilder. Aplikasi spam itu dimaksudkan untuk mengelabui para pengguna agar mengakses halaman tertentu. Bila pengguna terjebak, program Adobe, Java, Windows, dan piranti lunak miliknya akan bisa dieksploitasi secara leluasa, baik untuk malware maupun pencurian informasi pribadi.

Norton juga mengidentifikasikan salah satu aplikasi Android palsu yang berbahaya. Salah satunya berkedok program permainan favorit banyak orang, Angry Birds. Beberapa versi palsu permainan keluaran Ravio Entertainment Ltd ini beredar di Google Play Store. Bila diunduh dan dimainkan dengan melalui ponsel pintar (smartphone) atau tablet, akan muncul iklan yang datang terus - menerus di layar penggunanya. Bukan sekedar iklan, semakin di klik iklan itu semakin membuka jalan hacker mencuri berbagai informasi penting dalam ponsel pintar atau tablet yang dipakai saat itu.

Maraknya ancaman dari para hacker membuat beberapa perusahaan antivirus melihat itu sebagai pangsa pasar yang potensial. Mereka menawarkan perlindungan pada piranti lunak. Norton by Symantec dan Trend Micro belakangan mengeluarkan produk antivirus khusus untuk ponsel pintar dan tablet. Beberapa program perlindungan yang ditawarkan termasuk back-up yang tersimpan dalam bank data mereka.

"Tentu saja belakangan pengamanan mobile device ini sangat penting dilakukan mengingat saat ini hampir semua orang menggunakan ponsel dan tablet untuk bekerja dan menyimpan data - data pribadi. Kami pun menjamin keamanan data pelanggan yang kami simpan," ujar Jason Mok, Consumer Sales Manager Norton by Symantec untuk Indonesia, Thailand dan Malaysia.

Solusi yang ditawarkan Symantec ini bernama Norton Mobile Security. Tak hanya memback-up data, software pengaman ini mampu mendeteksi data atau program sebelum diunduh. Itu memungkinkan pengguna mengetahui suatu program berbahaya atau tidak bagi peralatan komunikasinya. Trend Micro sendiri hadir dengan dua program unggulan yang berfungsi serupa Norton Mobile Security, yakni Trend Micro Secure Cloud dan Secure Micro Deep Security.

Jumat, 01 Juni 2012

Mahasiswa Tolak Hari Anti Tembakau

Puluhan mahasiswa dan komunitas kretek Indonesia menggelar aksi menolak adanya hari anti tembakau sedunia yang diperingati setiap 31 Mei. Aksi tersebut tergabung dalam komunitas Kretek Semarang, serta sejumlah elemen mahasiswa. Seperti Badan Eksekutif Mahasiswa FI-SIP Undip Semarang, Mahasiswa Pecinta Alam IAIN Walisongo, dan Teater ASA IAIN Walisongo Semarang menggelar aksi teatrikal di depan makam pahlawan, Jl pahlawan Semarang, Kamis (31/5).


Para aktivis itu beralasan adanya peringatan hari anti tembakau sedunia, merupakan agenda barat, yang tidak menginginkan negara Indonesia meningkat perekonomiannya. "Tidak hanya rokok yang memiliki zat adictive. Masih banyak bahan makanan dan tanaman yang lain yang memiliki zat itu. Tapi mengapa rokok harus dianggap berbahaya," ujar koordinator aksi, Ahmad Choirul.

Agenda anti tembakau yang dicanangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat negara akan kehilangan penghasilan cukai terbesarnya. Selain itu penghasilan petani tembakau dan cengkeh. "Kretek adalah warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Jika dihilangkan akan menghilangkan pendapatan petani dan cukai negara," tandas Choirul.

Dalam aksi penolakan tersebut juga digelar teatrikal yang menceritakan kenikmatan menghisap rokok. Aksi ini tidak hanya diikuti para laki - laki, tapi juga perempuan. Salah satunya Alfa Mutiara. "Penghapusan rokok kretek merupakan agenda asing untuk menghancurkan produk dalam negeri. Karena asing telah berusaha memasukkan rokok putih ke Indonesia. Buktinya dengan maraknya rokok - rokok putih dari luar yang telah masuk ke Indonesia," tandas Alfa.

Sementara itu, Heru Nugroho dari Komunitas Kretek Semarang juga mempertanyakan kenapa hanya rokok saja yang disebut - sebut membahayakan kesehatan, dan menimbulkan penyakit. Padahal banyak produk yang dikonsumsi manusia yang menimbulkan penyakit dan berbahaya bagi kesehatan, Seperti makanan yang mengandung kolesterol tinggi, mengapa tidak pernah dilarang," protesnya.

Heru menduga, jika rokok terus - menerus dibatasi dan dikekang peredarannya maka justru akan mengancam kemandirian bangsa. Apalagi, selama ini industri rokok juga mendatangkan pemasukan cukai negara yang berjumlah sekitar Rp 70 triliun per tahun.

Kuliah Bawa Ganja 10 Kilogram

Direktorat Reserse Polda DIY, berhasil mengamankan bandar narkoba kelas kakap, yang sudah lama menjadi Target Operasi (TO). Tersangka, yang masih berstatus Mahasiswa PTS di Jogja berinisial AL (23), diamankan usai kuliah. Dia kedapatan membawa ganja seberat 10 kg dalam tasnya. Barang haram itu sempat dibawa ke dalam kelas.


"Saat digeledah ada 10 paket ganja ukuran satu kiloan dalam tas AL," papar Dirnarkoba Polda DIY Kombes Pol Wijanarko dalam jumpa pers, Kamis (15/5) siang. Penangkapan terhadap mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur yang indekos di Banguntapan Bantul itu, setelah petugas memeriksa tersangka kasus yang sama sebelumnya, KS (22). KS yang tak lain teman satu kos AL, ditangkap lebih dulu di kos - kosannya pada Senin (28/5) pagi, sekitar pukul 08.00.

Awalnya KS sempat menutupi identitas AL, sebelum akhirnya berterus terang kepada polisi mengenai asal barang haram yang didapatkannya. Tak ingin kehilangan jejak, tiga jam setelah penangkapan KS, polisi menangkap AL di depan kampusnya.

Lebih lanjut Wijanarko menerangkan, 10 kilogram ganja didapatkan AL dari seseorang di Ciledug Jakarta Selatan. Oleh AL, ganja tersebut rencananya akan diedarkan di kalangan mahasiswa DIY dan Jateng. Dari Hasil pemeriksaan, AL sudah mengambil dua kali ganja di Jakarta. Pertama Kamis (24/5) lalu, ia mengambil 15 kilogram ganja dengan cara yang sama, yaitu dimasukkan ke dalam tas ranselnya dan sudah dikirim ke Semarang dan Salatiga melalui seseorang berinisial YU (35) warga Argomulyo Salatiga.

YU pun akhirnya diringkus Selasa (30/5) dini hari di rumah kontrakannya di Salatiga. Di rumah kontrakan YU polisi menyita paket ganja 35 gram sebanyak 4 bungkus, paket 9 gram dan 6 gram masing - masing 6 bungkus.

"Ketiga orang ini (tersangka) saling berkaitan, AL hanya sebagai kurir, tapi keterangan masih kami dalami" jelas Wijanarko. Terpisah, AL membantah jika dirinya adalah bandar ganja, dia mengaku hanya sebagai kurir. Dia nekat melakukan pekerjaan haram itu lantaran tergiur upah Rp 2 juta per antar ganja. Setelah ganja diambil, ia akan meletakkannya di tempat - tempat tertentu sesuai pesanan pemesan dan pemberi perintah.

"Saya disuruh naruh aja dengan bayaran Rp 2 juta, itu yang membuat saya tertarik," ujarnya. Menurutnya, barang haram itu ia dapatkan dari seseorang yang belum diketahui identitasnya di Jakarta.

Sementara itu, selain mengamankan 3 tersangka penyalahgunaan narkoba jenis ganja, Ditresnarkoba Polda DIY juga meringkus tersangka pengedar shabu LI (34) warga Sumberejo, Klaten. Wanita ini diringkus petugas saat hendak mengedarkan barang tersebut yang rencananya ia letakkan di pinggir jalan.

Namun ia yang sudah 3 bulan menjadi kurir dengan upah Rp 100 ribu ini sudah tercium aksinya oleh petugas, hingga akhirnya ia berhasil diringkus, Kamis (24/5) pukul 19.00. Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa shabu seberat 1 gram. Sementara dari kasus yang berhasil diungkap, polisi masih terus melakukan pengembangan.

Terpisah, Jajaran Sat Narkoba Polresta Yogyakarta juga berhasil mengamankan tiga orang pemakai narkoba jenis ganja. Dari tangan ketiga tersangka, polisi menyita 225 gram ganja kering yang siap dipakai.

Para tersangka DM (35), kelahiran ibu kota Jakarta yang tinggal di wilayah Umbulharjo, Yogya. SJ alias Sodir (29) warga Maguwo Depok Sleman dan seorang mahasiswa berinisial LM (22) asal Jakarta yang kos di Seturan, Babarsari, Sleman.
 

DEWASA Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger