Warung Bebas

Jumat, 04 Mei 2012

Bayi Cantik Malang, Dibuang Di Tepi Rel Sepur

Masyarakat di Dusun Kasiran, Kelurahan Mlipak, Wonosobo, Kamis (3/4) pagi kemarin geger. Ditemukan bayi merah di dekat bekas rel sepur tepatnya dibawah pohon pisang tepi sawah. Saat ditemukan bayi dalam kondisi hidup, hanya dibalut selembar kain berwarna hitam, sebagian tubuhnya sudah dikerubung semut.


Lokasi penemuan bayi berada di dekat bekas rel sepur. Tepatnya dibawah pohon pisang antara rel sepur dan sawah masuk Dusun Kasiran RT 03 RW 8. Lokasi itu berjarak sekitar 10 meter dari jalan raya Kasiran - Pacarmulyo. Kali pertama bayi diketahui sekitar pukul 06.45 WIB oleh seorang pembajak sawah yang tengah melintas membawa kerbaunya diatas jembatan bekas rel sepur. Tiba - tiba pembajak tersebut mendengar tangisan bayi berasal dari rimbun rumput dibawah pohon pisang.

"Saya sedang berangkat menuju sawah, tiba - tiba dengar suara bayi menangis. Kemudian saya cari, saya temukan dibawah pohon pisang," aku Jemu (45), pembajak sawah yang menemukan bayi. Setelah menemukan bayi, Jemu mengaku langsung melaporkan kepada ketua RT setempat bernama Hadi Sucipto. Setelah itu, bersama warga lain, bayi diambil dari bawah pisang.

Bayi ditemukan dalam kondisi hidup, hanya mengenakan celana warna hitam serta dibalut kain warna hitam. Sebagian badan bayi masih merah, usus pusar juga belum dipotong. "Saat diambil bayi sudah dirubung semut, karena masih berlumuran darah," ujar Painten (40) warga setempat yang kemudian memandikan bayi tersebut. Setelah bayi dibersihkan, Hadi Sucipto ketua RT setempat langsung menelepon pihak kepolisian. Setelah itu, bayi dilarikan ke RSUD Setjonegoro Wonosobo untuk mendapatkan perawatan

Rona Rahman (19) warga dusun Kasiran menjelaskan, sebelum Jemu menemukan bayi malang itu, sekitar pukul 06.30 WIB, usai mengantar adiknya berangkat sekolah, dia melihat dua pelajar mengenakan seragam SMA tengah berjalan keluar dari rimbun pohon pisang. Saat itu dia sempat curiga, karena kedua pelajar laki - laki dan perempuan tersebut bukan warga setempat.

"Saya sempat curiga, tapi kemudian saya mikir paling anak SMA sedang pacaran mau berangkat sekolah, kemudian saya langsung pulang ke rumah," katanya. Namun, kata Rona, selang seperempat jam dia mendengar tetangganya geger dengan penemuan bayi dari lokasi dua pelajar yang sebelumnya dia lihat. "Kedua pelajar itu pakai sepeda motor matik jenis mio warna merah yang diparkir di tepi sawah," katanya.

Rona membeberkan, dua pelajar yang ia lihat berjenis kelamin laki - laki dan perempuan. Diperkirakan pelajar SMA, untuk pelajar putri mengenakan rok panjang warna biru tua, sedangkan baju atas berwarna biru muda (biru telur bebek) serta mengenakan kerudung. Untuk pelajar pria juga mengenakan celana warna biru tua, bagian atas mengenakan jaket warna hitam.

"Saya tidak sempat mengenali almamater kedua pelajar itu, yang jelas pakai seragam komplit. Boncengan motor mio merah," katanya. Humas RSUD Setjonegoro Wonosobo, Tri Utami mengatakan, bayi saat ini dirawat di kamar Parinatologi dalam kondisi sehat. Bayi berjenis kelamin perempuan berparas cantik itu memiliki bobot 2,6 kilogram, panjang 46 centimeter.

Oleh pihaknya dirawat secara intensif, bayi malang tersebut sudah diberi nama Naurel (anak ditemukan di dekat rel) untuk memudahkan perawatan. Meski belum jelas identitas bayi tersebut, sejumlah warga sudah tertarik untuk mengadopsi bayi cantik itu. Tercatat hingga kemarin siang sudah ada 5 pasangan suami istri yang mendaftar berniat mengadopsi bayi tak bertuan tersebut. "Untuk yang berniat mengadopsi, kami silahkan untuk mendaftar. Namun nanti harus melalui prosedur karena menyangkut pemenuhan hak masa depan anak," katanya.

Terpisah, Kapolres Wonosobo, Ajun Komisaris Besar Adi Wibowo melalui Kasubag Humas Ajun Komisaris Widayanto menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan penemuan bayi malang itu. Serta tengah menyelidiki siapa pembuang bayi tersebut. Dari keterangan sejumlah saksi, diduga pembuang bayi berusia sekitar 16 - 17 tahun. "Kita sudah gali keterangan sejumlah saksi, kita akan selidiki apakah benar pelakunya seorang pelajar," tegasnya.

Kamis, 03 Mei 2012

Pencuri Bingung, Tertidur Di Pintu Kuburan

Beberapa kompleks pemakaman diyakini warga sebagai kawasan yang wingit. Tidak sembarang orang dapat melintas disekitarnya dengan aman tanpa gangguan makhluk halus. Meski demikian, bagi sebagian orang, lokasi yang angker bukan masalah besar.


Kuburan Tlumpak di daerah Tandang, Tembalang, menyimpan berbagai cerita terkait dampak dari perilaku manusia. Kuburan ini bukanlah areal yang menakutkan bagi warga sekitar karena kebiasaan dan sikap positif mereka sehari - hari.

"Tapi mungkin bagi pendatang yang memiliki sikap buruk, mereka biasanya akan melihat penampakan menakutkan. Entah itu yang berbentuk pocong ataupun wanita cantik yang berubah menjadi menyeramkan," tutur Hanafi, warga Tandang.

Dikisahkannya, beberapa tahun lalu ada seorang pemuda mabuk kesasar ke areal kuburan yang di sekitarnya merupakan kuburan Cina (Bong). Disana, pemuda itu bertemu dengan gadis cantik dan diajak melakukan hubungan s3k5u4l.

Namun saat sadar, ternyata ia telah berada di tengah nisan sehingga akhirnya lari terbirit - birit. Beruntung dia ditemukan dan ditolong warga. "Dari penuturannya, ia diajak masuk rumah yang sangat megah tapi terkesan suram dan pengap, setelah sadar di tengah malam, ia mendapati dirinya t3l4nj4ng 8ul4t," imbuh Hanafi.

Cerita lain adalah adanya pencuri di pemukiman warga di Kampung Tlumpak tersebut. Namun saat melintas di pertigaan dekat makam itu, ia seolah tersesat dan berputar - putar di lokasi itu saja. "Orang itu terkena oyot mimang sehingga bingung mencari jalan pulang. Lalu kecapekan dan tertidur di pintu kuburan dan kemudian ditemukan warga sehingga ia akhirnya mengembalikan barang curiannya," ungkapnya.

Lebih dari itu, kuburan ini sekilas memang tidak terlalu menyeramkan mengingat disekitarnya terdapat areal pemakaman Cina yang asri. Namun keberadaan dua pohon Jangkang (sejenis randu) besar berumur ratusan tahun, menambah daya singup di kuburan itu.

Mabuk, Pengamen Nekat Serang Petugas

Tafif (21), pengamen jalanan yang biasa beroperasi di wilayah Kota Banjarnegara diamankan petugas saat bikin onar di depan toko BHM Jalan Pemuda. Bahkan, pemuda yang tercatat sebagai warga Kecamatan Wanadadi itu menyerang saat diberikan peringatan oleh aparat.


Akibatnya, Briptu Singgih Ariawan, polisi yang tengah berjaga di Bank BTPN Jalan Pemuda, mengalami luka memar terkena pukulan saat akan menangkapnya. Selain itu, lengan baju seragamnya juga robek. Namun keributan itu tidak berlangsung lama karena sejumlah warga dan petugas satpol PP cepat membantu petugas polisi.

Salah seorang saksi mata, Miskan, yang saat itu di dekat lokasi mengatakan, kejadian bermula saat Afif yang sudah mabuk berat ini membawa minuman keras (miras) datang ke lokasi kejadian di depan toko BHM Jalan Pemuda.

Entah sengaja atau tidak sadar karena pengaruh minuman keras yang telah menguasainya, Afif secara provokatif minum di depan Briptu (Pol) Singgih Ariawan polisi yang tengah berjaga di Bank BTPN Jalan Pemuda.

"Saat diperingatkan, bukannya menerima, malah emosi. Pengamen ini langsung menyerang polisi yang tengah bertugas," katanya.

Kasat Pol PP Mulyanto mengatakan, dampak miras itu sangat berbahaya karena merusak generasi muda dan merupakan awal dari tindakan kriminalitas. Tindakan pengamen mabuk tersebut dapat menjadi bukti betapa miras sangat merusak. "Tidak mungkin dalam keadaan sadar pengamen mabuk tersebut berani melawan petugas. Apalagi petugas berseragam," katanya.

Rabu, 02 Mei 2012

Refreshing, Polisi Belajar Menabuh Gamelan

Suara pukulan gong disertai bonang, demung maupun kempul yang saling bersahutan terdengar menggema dari dalam pendopo. Meski iramanya tak begitu selaras, bunyi gamelan tersebut cukup menarik perhatian dari sejumlah orang yang melintasi kompleks Mapolres Salatiga.


Beberapa wartawan, mencari tahu sumber suara musik itu. Rasa penasaran akhirnya terjawab setelah melihat 20 perwira polisi sedang memainkan alat musik tradisional jawa di Pendopo Mapolres.

Para perwira tersebut sengaja berkumpul untuk berlatih memainkan gamelan sekaligus melepas lelah usai seharian menunaikan tugas. Didampingi Jarwadi (pelatih gamelan di Salatiga), mereka beberapa kali mengikuti not jawa di selembar kertas manila yang dipajang tepat di depan mereka.

Kapolres Salatiga, AKBP Asep Jenal Ahmadi yang turut berada diruangan mengatakan, pihaknya sengaja mengagendakan latihan gamelan setiap malam. Selain untuk refreshing, kegiatan tersebut diharapkan nguri - nguri budaya jawa.

"Kami berpendapat kepolisian pun bertanggung jawab melestarikan budaya. Dengan berbagai kegiatan budaya maupun seni, polisi dapat berinteraksi dengan masyarakat," jelasnya, Senin (30/4) malam.

Menurut Asep, tugas polisi tidak sekedar menegakkan fungsi yang telah diatur di dalam undang - undang. Lebih dari itu, korps Bhayangkara pun diharapkan berperan serta melestarikan budaya dan kearifan lokal. "Tujuannya agar terjalin komunikasi yang baik antara polisi dan masyarakat sehingga keamanan dan ketertiban dapat tercapai," katanya.

Sementara, Jarwadi mengaku terkesan dengan terobosan yang dilakukan oleh Polres Salatiga. Karena itu, saat diminta melatih para perwira bermain gamelan, dirinya langsung menerima.

"Saya kagum dengan mereka. Polisi ternyata berkeinginan melestarikan budaya Jawa yang saat ini mulai luntur di masyarakat," jelas Kepala S3ks1 Kebudayaan Dinas Perhubungan, Komunikasi Budaya, dan Pariwisata (Dishubkombudpar) Salatiga tersebut.

Atasan C4bul1 Karyawati Bawahannya, Tidak Dipecat?

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsonakertrans) Kabupaten Semarang turun tangan untuk menindak lanjuti kasus dugaan pelecehan s3ksu4l yang dialami salah satu karyawati PT Poliplas Indah Sejahtera, YN, oleh atasannya, SW. Dinsosnakertrans memanggil manajemen PT Poliplas untuk diklarifikasi Selasa (1/5).


Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang, Romlah Mengatakan, pihak manajemen PT Poliplas sudah memberi sanksi terhadap SW. Menurutnya, saat ini SW sudah dimutasi ke bagian lain. SW yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Bagian Potong dan Jahit Otomatis di perusahaan tersebut sekarang dipindah ke gudang benang.

"Kami sudah memanggil bagian personalia perusahaan tersebut. Pihak perusahaan sudah memberikan sanksi kepada pelaku. Dia (pelaku) sekarang dipindah ke gudang benang yang tidak ada pekerja wanitanya," katanya.

Sebelum diberitakan, Muh (35), warga Bergas mengadu ke DPRD Kabupaten Semarang, Senin (30/4), terkait kasus dugaan pelecehan s3ksu4l yang dialami istrinya, YN (31), oleh atasannya, SW. Muh datang ke DPRD dengan membawa bukti rekaman pelecehan yang dialami oleh istrinya.

Untuk permintaan korban agar pelaku dipecat dari perusahaan tersebut, dikatakan Romlah, dinas akan memediasinya. Sebab, setiap perusahaan mempunyai aturan tersendiri sebelum melakukan pemecatan terhadap pegawai.

Dikatakannya, Dinsosnakertrans akan mengawal kasus tersebut. Romlah juga menjamin, korban tidak akan dipecat dari perusahaan tersebut. Dinas juga akan lebih intensif mengawasi sejumlah perusahaan di Kabupaten Semarang.

Selasa, 01 Mei 2012

Indahnya Malam Di Alun - Alun Selatan Yogyakarta

Yogyakarta yang lebih dikenal dengan sebutan Jogja adalah kota wisata yang cukup banyak peminatnya. Bahkan tergolong No 2 Se-Indonesia setelah Bali. Tak sedikit suguhan yang tersaji di kota ini. Mulai dari wisata belanja Malioboro, wisata sejarah Keraton, batik, kuliner, dan juga rekreasi.


Salah satu tempat yang menjadi bidikan wisatawan adalah Alkid (Alun - Alun Selatan). Tempat ini memang sudah lama dikenal oleh masyarakat. Tidak hanya masyarakat lokal, tetapi juga dari berbagai daerah. Letaknya yang tidak jauh dari pusat kota serta menjadi bagian dari Keraton Yogyakarta sangat gampang dikunjungi dan dapat dinikmati secara cuma - cuma.


Dua pohon beringin kembar lengkap dengan mitosnya memiliki daya tarik tersendiri. Demikian juga para penjual wedang ronde, jagung bakar, bakso serta becak dan sepeda berhias lampu warna - warni, memancing orang untuk datang dan mencoba tempat wisata yang satu ini.


"Alun - Alun Utara hanya ramai pedagang baju dan oleh - oleh. Lain dengan Alun - Alun Selatan yang penuh dengan becak lampu, jajanan rakyat dan tempat nongkrong yang santai. Dua beringin kembar dengan mitosnya yang kalau tutup mata dan bisa melewati kedua pohon itu, konon segala permintaan akan dikabulkan," tutur Irma yang tahu Alun - Alun Selatan dari hasil sepedaan yang nyasar.


Kendati begitu, Irma juga memberi saran agar pedagang makanan diperbanyak karena untuk saat ini hanya sisi barat dan timur saja yang penuh pedagang. Alangkah makin asyiknya kalau tempat itu tidak hanya untuk wisata malam tetapi juga difungsikan sebagai wisata kuliner khas Jogja.


"Disana kita bisa menyewa becak dan sepeda yang memiliki karakter tersendiri, ada yang bisa buat berdua sama pacar, ada yang bisa buat bertiga dan seterusnya. Selain sepeda dan becaknya bagus, pokoknya bikin seneng deh.. Kalau untuk cowok mungkin hal ini dianggap biasa - biasa aja, tapi kalau buat cewek bisa menjadi hal yang spesial menaiki becak atau sepeda yang menyala warna warni itu," ucap Hajatul Muslim, seorang mahasiswi.


Alun - Alun Selatan memang menjadi tempat wisata malam yang fantastis untuk anak muda maupun yang sudah berkeluarga. Tempat ini seolah tidak pernah sepi dari hiruk pikuk orang. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan, seperti ngobrol, foto - foto, menikmati kuliner, bermain dan lain sebagainya.

Pelihara Hewan Di Game Virtual Pet

Ponsel dengan harga jual pasar yang rata - rata di atas satu juta rupiah telah begitu beragam, menarik, dan inovatif. Namun, ponsel kelas menengah ke bawah berharga jual satu juta rupiah atau bahkan dibawahnya memiliki games bawaan yang terkesan itu - itu saja dan membosankan.


Para 'penggila' mobile game yang belum dapat menjangkau ponsel yang belum dilengkapi aplikasi beragam, menarik, dan inovatif kini tak perlu cemas. Rifauddin Tsalitsy dan Fauzan Sandy Pradana, mahasiswa Ilmu Komputer Fakultas MIPA Universitas Gadjahmada (UGM) angkatan 2009 ini telah melakukan inovasi dalam dunia mobile game pada ponsel Nokia S40 dengan harga yang tergolong murah.

Melihat adanya fenomena pada ponsel - ponsel dengan harga pasaran yang murah itu menggugah mereka melakukan terobosan. Virtual Pet, nama game yang diberikan pada aplikasi ciptaan mereka. "Awalnya merupakan proyek pelatihan, tetapi saat akan dipasarkan, secara kebetulan ada perlombaan Mobil Game Developer War 2, sehingga kami ikut serta," terang Rifauddin.

Aplikasi yang awalnya dimaksudkan sebagai karya pelatihan ini akhirnya mengantarkan kedua pemuda yang akrab disapa Uddin dan Fauzan ini menjadi pemenang juara satu dalam kompetisi Mobile Game Developer War 2 pada Februari lalu dan membawa pulang hadiah sebesar 30 juta rupiah. Dengan proses pengerjaan yang hanya membutuhkan waktu satu bulan, menurut survei terakhir, kini Virtual Pet telah mencapai ratusan ribu downloader.

Para downloader dapat memilih jenis hewan yang akan mereka 'pelihara'. Pada aplikasi ini terdapat dua pilihan jenis hewan, yaitu anjing dan kucing, hewan yang dalam dunia nyata tampak paling banyak diminati sebagai hewan peliharaan.

Cara memainkan game ini sendiri dapat dikatakan sederhana. "Memainkan game ini seperti memelihara hewan. Diberi makan setiap beberapa jam, diarahkan ke kamar mandi saat akan buang air, dan tidur saat waktunya tidur, termasuk tidur siangnya. Pada dasarnya memainkan permainan ini layaknya memelihara hewan secara real atau virtual, hewan akan mati bila tidak terpelihara dengan layak," jelas Fauzan.

Pada umumnya, game Virtual Pet ini dapat diunduh secara gratis melalui ponsel S40. Mempertimbangkan segi bisnis, kini telah dikembangkan pula aplikasinya yang dikenai biaya untuk dapat mengunduhnya. Dengan demikian, Uddin dan Fauzan serta teman - teman mereka, mahasiwa Ilmu Komputer UGM yang tergabung dalam komunitas Creacle Studio berani bercita - cita mengembangkan Creacle Studio menjadi sebuah Game House.

Selain Virtual Pet, Uddin dan Fauzan bersama rekan - rekan mereka yang lain yang tergabung dalam komunitas itu juga tengah membuat dan mengembangkan aplikasi games lain seperti Mad Fish, Alay The Cat Runner, Save Komo, serta games bertema budaya lokal, yaitu Arjuna Sang Pemanah, Nakula, Sadewa, dan Bima.

Semua games ini termasuk Virtual Pet dapat diakses trailernya di website yang dikelola oleh anggota komunitas Creacle Studio dengan alamat www.creacle.com. Meskipun terus berkarya bersama komunitas bahkan hampir selalu setiap hari berada di studio, nyatanya prestasi akademik Uddin dan Fauzan tidak mengalami kemerosotan.

"Kami belajar di Ilmu Komputer fakultas MIPA yang biasanya pelajarannya berupa teori. Dengan kami mengerjakan ini (membuat aplikasi game) malah justru membantu kami mengimplementasikan teori yang telah kami pelajari dan memperkuat ilmu yang kami peroleh," terang Fauzan.
 

DEWASA Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger